WPLACE Siap Kembalikan Kejayaan Perkebunan Indonesia

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Ajang World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017 siap mengembalikan kejayaan perkebunan Indonesia di tingkat global, sebagaimana pernah diraih pada masa lalu. Direktur Utama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Teguh Wahyudi di Jakarta, Kamis menyatakan, hasil perkebunan di Indonesia rata-rata masuk lima besar di dunia, namun semuanya berjalan sendiri-sendiri.

Dia menontohkan, karet dan lada saat ini sebagai peringkat nomor dua, kakao dan kopi peringkat nomor tiga, teh peringkat ke tujuh, pala dan kelapa sawit, sebagai pertama, dan lainnya. “Melihat data tersebut memang semuanya rata-rata sebagai produsen lima besar di dunia, tapi semuanya berjalan sendiri-sendiri. Tapi jika semuanya digabungkan maka akan menjadi yang terbesar di dunia,” katanya ketika memaparkan rencana penyelenggaraan World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017 di Bali, 18-20 Oktober 2017.

Teguh menegaskan, jika semuanya digabungkan atau berjalan bersama-sama tidak ada satu negara yang bisa mengalahkan perkebunan Indonesia, kemungkinan hanya Brazil yang bisa menyainginya. Dia menyatakan, melalui WPLACE maka bisa mengembalikan kejayaan perkebunan Indonesia. “Jangan sampai peneliti Indonesia hanya berbicara pada event-event di luar negeri. Tapi berbicaralah pada event dalam negeri guna mengangkat perkebunan Indonesia,” katanya.

Dalam ajang pertemuan sektor perkebunan tingkat internasional tersebut, lanjutnya, akan dibahas bagaimana dampak perubahan iklim dan solusinya terhadap komoditas perkebunan. Lalu bagaimana pasar perkebunan kedepan, strategi mengingkatkan produktivitas dengan biaya yang relatif rendah sehingga bisa menekan biaya produksi. Di ajang tersebut juga akan ada lelang teh, kompetisi barista, sekaligus memperingati `Hari Kakao Indonesia .

Artinya dalam acara tersebut tidak hanya besifat riset dan teknologi tapi juga ada edukasi dan hiburan. Menurut dia, WPLACE akan menghadirkan 108 pembicara dari 28 negara, serta 12 pembicara kunci. Sampai saat ini sudah ada 890 perserta dari dalam negeri, 298 dari luar negeri.

Teguh menyatakan, kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk mensosialisasikan program strategis yang berpihak kepada rakyat kecil ke forum internasional. “Pada kesempatan WPLACE diharapkan pemerintah dapat mempercepat pembangunan sektor hulu perkebunan khususnya karet, tebu, kopi, kakao, sawit dan penyelamatan teh nasional,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga diharapkan dapat mendorong investasi produk hilir perkebunan di Indonesia. Pengembangan industri hilir berbasis perkebunan di pasar domestik diharapkan dapat meningkatkan daya saing komoditas, meningkatkan nilai tambah dan menyerap lapangan kerja. (son/ant)