Dolar AS Melemah Di Tengah Ketidakpastian Politik

New York, 19/8 (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS diperdagangkan melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah meningkatnya ketidakpastian politik di Gedung Putih.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa dia membubarkan Dewan Manufaktur serta Forum Strategi dan Kebijakan, karena para pemimpin bisnis mengundurkan diri dari dewan tersebut atas ucapannya mengenai kekerasan Charlottesville.

Para investor terus memantau berita tersebut, yang telah membebani pasar dalam dua sesi terakhir.
Terlebih lagi, pada Jumat dilaporkan bahwa Trump juga telah menyingkirkan Steve Bannon dari jabatan kepala ahli strategi Gedung Putih.

Para analis mengatakan gejolak baru-baru ini di Washington memicu kekhawatiran pasar tentang apakah pemerintahan Trump mampu mendorong agenda ekonominya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,17 persen menjadi 93,462 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1758 dolar AS dari 1,1744 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,2874 dolar AS dari 1,2879 dolar AS. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7937 dolar AS dari 0,7907 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,30 yen Jepang, lebih rendah dari 109,69 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9654 franc Swiss dari 0,9618 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2569 dolar Kanada dari 1,2655 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)