JAKARTA (Bisnis Jakarta) –  Dunia kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk menggerakkan dan meningkatkan perekonomian. Salah satu bentuk ekonomi kreatif adalah penerbitan karya komik.  Saat ini komik manga menjadi salah satu komik terpopuler di Indonesia, dan mempunyai penjualan komik tertinggi pula. Selain itu para komikus di negara ini pun tidak sedikit yang berkarya dengan gaya gambar manga tersebut, hanya saja belum memiliki kepercayaan diri untuk bersaing, ketidaktahuan tentang industri kreatif atau karena tidak memiliki hubungan kerja sama dengan pihak perusahaan penerbitan.

Karena itulah Universitas Budi Luhur bekerja sama dengan Meiji University (Jepang), IkuZo!, mengadakan Seminar dan Kompetisi Manga Online, serta Workshop Manga untuk mendorong peningkatan potensi Manga/Komik sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif pada Sabut (19/8). Dalam seminar ini, dihadirkan industri budaya manga dan anime dari Jepang.

Ketua Panitia BLMangfest, Arief Ruslan, S. Kom., M.Sn sekaligus Kepala Lab Animasi Budi Luhur mengatakan, seminar ini merupakan seminar internasional perdana yang terkait dengan manga. “Dalam kegiatan ini kami menghadirkan dua narasumber langsung dari Jepang, yakni dari Kyoto University dan Meizi University,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta hari ini.

Alasan mengangkat manga, kaitannya dengan inovasi yang berbasis pada ekonomi kreatif yang saat ini menjadi penting. Untuk meningkatkan perekonomian kreatif, ini merupakan terobosan dalam pencapaian daya saing bangsa. Daya saing tak hanya dicapai dari science dan teknologi, tapi juga dari hal-hal yang terkait dengan industri kreatif.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Prof Dr. Didik Sulistyanto menyatakan, sebagai rangkaian kegiatan perayaan 17 Agustus, Budi Luhur menggelar beberapa kegiatan dari mulai upacara, berbagai lomba seperti di desa-desa, sampai lomba kicau mania terbesar di Indonesia yang pertama kali kami lakukan. Termasuk kegiatan ini, semoga bisa memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di masa mendatang.  (grd)