Bank OCBC NISP merupakan bank tertua keempat di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank.

Jakarta, 21/8 (Bisnis Jakarta) – Bank OCBC NISP melakukan penerbitan instrumen obligasi berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 sebesar Rp2 triliun untuk pembiayaan pertumbuhan kredit perseroan.

“Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan struktur pendanaan untuk mendukung ekspansi kredit perseroan,” kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Parwati menambahkan penerbitan obligasi dengan tiga seri ini mendapatkan respon positif dari para investor yang telah menyerap seluruh penawaran.

Saat ini, pertumbuhan kredit Bank OCBC NISP pada semester I-2017 tercatat telah mencapai 17 persen (year on year) atau sebesar Rp100,6 triliun.

Tiga seri obligasi yang diterbitkan adalah Seri A dengan tenor 370 hari dengan bunga 6,7 persen per tahun, Seri B dengan tenor dua tahun dengan bunga 7,30 persen dan Seri C dengan tenor tiga tahun dengan bunga 7,70 persen per tahun.

“Bunga obligasi dari tiga seri ini adalah tingkat bunga tetap yang dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi,” ujarnya.

Parwati menambahkan masa penawaran obligasi dengan nilai 100 persen dari nilai Pokok Obligasi telah dilakukan sejak periode 15-16 Agustus 2017.

Dalam rangka penerbitan obligasi berkelanjutan ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan PT Fitch Ratings Indonesia telah memberikan peringkat AAA.

Bank OCBC NISP ikut didukung oleh PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT NISP Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. (Antara)