HEWAN KURBAN - Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban. Upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari beragai penyakit menular berbahaya dari hewan kepada manusia.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Sebanyak 800 mahasiswa dan dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) siap diterjunkan untuk membantu dan mengawal pelaksanaan penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Kurban (1438 H) tahun 2017.

Kepala Laboratorium Epidemiologi, Kesmavet FKH-IPB, Dr.drh.Ir. Etih Sudarnika, mengatakan, di jadwal tim pemantau kesehatan hewan kurban dari kampus IPB itu pada Jum’at (25/08/17) secara resmi akan dilepas langsung oleh Rector IPB. Prof.Dr. Herry Suhardiayanto, di kampus IPB Dramaga.

“800 mahasiswa dan dosen ini akan diterjunkan di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Seribu, Kota/Kab.Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi,” kata Dr. Etih, yang juga menjadi salah satu dosen pembimbing dalam kegiatan tersebut, Selasa, (22/08/17).

Keterlibatan mahasiwa dan dosen FKH IPB dalam membantu pemerintah daerah melakukan pengawalan pelaksanaan ibadah kurban ini telah berlangsung selama 15 tahun. “Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan di IPB untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan daging kurban yang benar benar sehat, aman baik dari sisi kesehatan maupun syariat agama,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Prof. Srihadi Agung Priyono, menambahkan bahwa pada awal pelaksanaan program tersebut, belum banyak warga yang terbuka dengan kehadiran mahasiwa. Namun, saat ini kedatangan para mahasiswa dan dosen IPB sangat disambut baik oleh masyarakat dan siap menerima arahan terkait dengan kesehatan hewan kurban.

“Kami banyak sekali menerima surat permohonan dari warga masyarakat yang intinya meraka meminta agar para mahasiswa dan dosen kami bisa dikirim memantau kegiatan kurban di wilayah meraka,” ujarnya.

Dijelaskan Prof Srihadi, Tim IPB itu sengaja ditugaskan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat dan para pengurus RT/RW dan DKM terkait dengan animal welfare, kesehatan hewan dan daging, serta teknis saat pelaksanaan pemotongan hewan yang biasanya dilakukan di masjid-masjid di bawah binaan para DKM. “Tujuannya ini juga untuk melatih dan meningkatkan kemandirian dan kemampuan masyarakat dalam menyiapkan pelayanan optimal saat pemotongan hewan kurban,” jelasnya. (bas)