JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya kasus bullying (perundungan) di Indonesia, Yayasan Bina Generasi Harapan (YBGH) melakukan upaya advokasi anti-perundungan yang menyasar ke anak-anak. Pasalnya perilaku bullying (perundungan) sebagai salah satu bentuk tindakan agresif merupakan masalah yang memprihatinkan masyarakat Indonesia, khususnya orangtua.

Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selama 2011-2016 menunjukan jumlah perundungan yang melibatkan anak sebagai pelaku mencapai 1.483 kasus dan korban perundungan pada periode sama mencapai 1.174 anak.

“Kami prihatin terhadap tingginya angka bullying ini. Sehingga kami memilih Duta Kecil untuk mengedukasi lingkunganya dalam menghindari perundungan,” ujar Ketua YBGH, Indra Marosa, disela-sela penandatangan nota kesepahaman penggunaan film berjudul Segi3hati sebagai instrumen kampanye anti-perundungan, Jakarta, Selasa (22/8).

Indra mengatakan, berkomunikasi dengan anak-anak generasi muda perlu dilakukan secara interaktif dan melibatkan teman-teman sebayanya sendiri agar pemahaman dan sikap anti-perundungan benar-benar tertanam dalam diri anak. “lebih efektif anak-anak berbicara dengan anak-anak, menggunakan gaya bahasa mereka sendiri,” katanya.

Senada, Penulis Naskah Film berjudul Segi3hati, Mei Lin Kallman mengatakan, kesuksesan lebih besar dapat tercapai ketika anak berbicara dengan teman sebaya mengenai topik yang penting bagi mereka. “Dengan berinteraksi teman sebaya, saling mendengarkan,  membantu, memberi solusi,  anak-anak dapat belajar mengatasi masalah mereka sendiri. Termasuk perundungan” kata Mei Lin yang saat ini bersiap untuk memulai karirnya di bidang penulisan naskah di salah satu universitas terkemuka Amerika Serikat.

Film Segi3hati berlatar sebuah kisah cinta dan patah hati remaja masa kini di jenjang sekolah menengah atas. Mei Lin menarik pengalaman dari masa sekolahnya sendiri untuk mengembangkan tema anti-perundungan yang hilang dari karya William Shakespeare berjudul A Midsummer Night’s Dream, yang merupakan dasar bermulanya kisah ini.

Duta Kecil Bersih Narkoba

Selain menggaungkan kampanye anti-perundungan, Duta Kecil juga menjadi duta anti-narkoba. Melalui YBGH, Mereka dibekali dengan kemampuan mengenal bahaya narkoba dan mengetahui bagaimana cara melindungi diri dari ancaman narkoba.  “Narkoba saat ini masuk dalam beragam bentuk, mulai dari permen dengan tampilan yang lucu, sampai berbentuk kertas perangko yang ditempelkan di lidah. Narkoba ini dapat mengakibatkan kerusakan otak” kata  Indra.

Seringkali anak dipaksa untuk menggunakan narkoba agar dapat diterima di kelompoknya. “Apabila menolak, maka akan di-bully dan dikucilkan oleh teman-temannya, hal ini yang akan dirubah,” katanya.

Duta Kecil Bersih Narkoba berasal dari anak-anak pilihan yang melakukan serangkaian kampanye anti-perundungan dan anti-narkoba di sekolah-sekolah. Duta Kecil bekerja dengan cara berinteraksi langsung dengan rekan-rekan sebaya, berbagi cerita, memberikan advokasi seputar perundungan dan narkoba, serta bersama-sama belajar mengatasi masalah mereka sendiri. (grd)