Dolar AS Menguat Jelang Pertemuan Bank-bank Sentral

NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor menyesuaikan posisi mereka menjelang pertemuan antara pejabat-pejabat bank sentral utama akhir pekan ini.

Pejabat Federal Reserve AS diperkirakan bergabung dengan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi dan gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Haruhiko Kuroda pada Jumat (25/8) dalam Simposium Kebijakan Ekonomi tahunan di Jackson Hole di negara bagian Wyoming, AS.

Topik tahun ini adalah Fostering a Dynamic Global Economy dan para investor berharap mendapatkan petunjuk terkait kebijakan moneter global. Pertemuan tersebut dilakukan saat bank sentral AS bersiap untuk mulai mengurangi neracanya yang mencapai 4,5 triliun dolar AS, dan Bank Sentral Eropa mempertimbangkan kapan mulai memperlambat pembelian aset skala besarnya.

Ekspektasi kebijakan moneter ketat di AS telah diperlemah baru-baru ini oleh data inflasi yang lembut. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember hanya 41 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,49 persen menjadi 93,554 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1751 dolar AS dari 1,1816 dolar AS, dan poundsterling Inggris turun menjadi 1,2826 dolar AS dari 1,2899 dolar AS. Dolar Australia turun menjadi 0,7906 dolar AS dari 0,7938 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,52 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,75 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9684 franc Swiss dari 0,9617 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2562 dolar Kanada dari 1,2568 dolar Kanada. (grd/ant)