Gelaran Asian Games Momentum Promosi Pariwisata Sumsel

PALEMBANG (Bisnis Jakarta) – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan memanfaatkan gelaran Asian Games 2018 sebagai momentum untuk mempromosikan sektor pariwisata kepada partisipan pesta olahraga negara-negara Asia. “Bagi Sumsel ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan  keindahan Sumsel kepada peserta Asian Games,” kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga di Palembang, Selasa (22/8).

Mengadopsi strategi Korsel dalam prmosi pariwisata saat gelaran Asian Games di Incheon,  Irene mengatakan, Incheon sukses memperkenalkan pariwisata di ajang Asian Games, karena ribuan partisipan memanfaatkan ajang tersebut untuk berwisata. Pada Asian Games 2018 nanti Palembang akan dikunjungi 11.000 orang, seperti atlet dan official dari negara-negara peserta. Dalam acara Sosialisasi Promosi Pariwisata Mancanegara yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Palembang sedang mengerjakan Light Rapid Transit (LRT) yang dijadwalkan selesai Januari 2018, dan diharapkan dapat mempercepat mobilitas wisatawan menuju destinasi wisata di kota Palembang.

Dalam hal akomodasi, Irene mengatakan, kapasitas hotel di Palembang saat ini sekitar 6.600 kamar, dan nantinya akan didukung adanya homestay. Menurut Irene, Sumsel telah menyiapkan berbagai atraksi pariwisata menyambut peserta Asian Games. “Sumsel memiliki kuliner pempek yang sudah terkenal, Pulau Kemaro, Taman Bukit Siguntang, Museum Negeri Balaputera Dewa, Kampung Arab Al Munawar dan Kampung Kapitan,” katanya.

Sementara Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu mengatakan, pihaknya menyiapkan 71 paket wisata untuk menyambut Asian Games yang digelar di Palembang dan Jakarta. Dia menjelaskan enam paket wisata yang ditawarkan yakni wisata budaya, religi, petualangan, kuliner, olahraga air dan spa. “Paket ini untuk official, atlet dan supporter. Kalah atau menang mereka tetap butuh wisata,” kata Vinsensius.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, pihaknya bekerja keras untuk meraih target sebanyak 15 juta kunjungan wisman tahun 2017 dengan asumsi perolehan devisa sebesar 14,9 miliar dolar AS. Selain berupaya menarik wisman melalui penerbangan langsung menuju obyek-obyek wisata tanah air, Pitana mengatakan, Kemenpar berupaya menggencarkan kunjungan wisman di perbatasan. “Kita gencarkan arus wisman di Kepri, Singapura dan Malaysia. Juga atraksi untuk menarik wisman di perbatasan Kalbar dengan Malaysia serta aktivitas di perbatasan Timor Leste dan Indonesia,” kata Pitana.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenpar menggunakan strategy marketing dengan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Timeline), strategi promosi dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), strategi media dengan pendekatan POSE (Paid, Owned, Social Media, dan Endorser) terutama pada pasar utama di antaranya  dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia. (son)