Belanja Pemerintah pada Semester II Diharapkan Meningkat

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan belanja pemerintah dapat lebih meningkat pada semester II-2017 dan menyumbang kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di akhir tahun. “Kita berharap pada semester dua, belanja negara mulai meningkat,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis malam.

Sri Mulyani mengatakan belanja pemerintah yang meningkat tersebut bisa mendorong konsumsi masyarakat yang pada semester I-2017 belum tumbuh optimal. “Kita berharap optimisme muncul, karena penyerapan belanja yang meningkat, menyebabkan uang itu muncul dan bergulir di masyarakat,” katanya.

Selain itu, instrumen fiskal yang bisa diandalkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi rumah tangga pada semester II-2017 adalah dengan menjaga ekspektasi laju inflasi. “Tidak ada kenaikan harga administered berarti itu akan menurunkan ekspektasi inflasi,” ujar Sri Mulyani.

Kebijakan fiskal pemerintah yang bersinergi dengan kebijakan moneter bisa memunculkan respon positif atas kondisi perekonomian kepada masyarakat serta pelaku ekonomi. “Ini satu set yang disebut kebijakan fiskal, moneter dan kebijakan pemerintah di sektor riil. Itu semua secara bersama-sama akan memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengharapkan kontribusi belanja pemerintah yang lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2017. Agus mengatakan belanja yang lebih efektif tersebut bisa memberikan sumbangan terhadap konsumsi pemerintah yang terkontraksi pada triwulan II-2017.

Konsumsi pemerintah pada triwulan II-2017 sempat tercatat tumbuh negatif 1,93 persen karena realisasi belanja pegawai maupun belanja barang yang turun dibandingkan periode sama tahun lalu. Ia menambahkan kontribusi pemerintah melalui belanja modal diharapkan ikut meningkat sebab bisa memberikan dampak positif kepada kinerja investasi dalam jangka panjang.

“Kami yakin investasi pada semester dua akan membaik, karena pada triwulan dua menunjukkan pertumbuhan yang membaik, bukan hanya karena infrastruktur oleh pemerintah namun juga swasta,” kata Agus. (grd/ant)