Logo Baru Depok Dapat Respon Positif

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, secara resmi memperkenalkan logo Friendly City ke publik beberapa waktu lalu. Sejak pertama diresmikan, kehadiran logo tersebut mendapatkan respon yang positif dari warga. Salah satunya, dengan digunakannya logo Depok Friendly City sebagai foto profil di berbagai media sosial milik warga.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Jatijajar, Emil Yan Kadri mengatakan, dirinya turut memasang logo Depok Friendly City tersebut pada media sosial yang dimilikinya. Menurut Emil, keberadaan logo tersebut dapat menjadi upaya Pemkot Depok dalam menarik minat para investor untuk berinvestasi di Kota Depok.

 “Memasuki pasar persaingan global, seluruh Pemerintah Daerah saling berlomba-lomba untuk menarik perhatian para investor agar datang ke wilayah mereka dan melakukan pembangunan. Keberadaan logo tersebut dapat bermakna sebagai simbol Kota Depok yang bersahabat, sehingga menimbulkan rasa yang aman,” tutur Emil, Jumat (25/08).

Dengan memasang logo Depok Friendly City tersebut, dirinya ingin mendukung Pemkot Depok dalam mensosialisasikan program Friendly City di Kota Depok. Sebab, sambung Emil, untuk menyukseskan program tersebut, diperlukan dorongan dari seluruh unsur masyarakat.

 “Program Depok Friendly City merupakan program Pemkot Depok yang perlu didukung oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh warga untuk menjaga semangat Friendly City tersebut adalah dengan terus mensosialisasikan program dan logo tersebut kepada masyarakat yang lebih luas lagi,” terangnya.

Terpisah, salah satu warga RW 07 Kelurahan Abadijaya, Dimas Bayu juga turut memasang logo Depok Friendly City. Keberadaan kalimat Friendly City dalam logo tersebut, telah merepresentasikan cita-cita dari Pemkot Depok untuk mewujudkan Kota yang bersahabat.

 “Bentuk penulisannya sederhana, namun cukup mewakili semangat Pemkot Depok untuk menciptakan Kota yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurut saya, keberadaan logo ini sangat bagus karena masyarakat juga menginginkan agar memiliki pemacu untuk mewujudkan Kota yang bersahabat bagi lingkungan, pembangunan, dan tentunya bagi masyarakat itu sendiri,” tuturnya. (jif)