NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mencerna pernyataan terbaru dari Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 30,27 poin atau 0,14 persen menjadi berakhir di 21.813,67 poin.

Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 4,08 poin atau 0,17 persen menjadi ditutup pada 2.443,05 poin, dan indeks Komposit Nasdaq berkurang 5,68 poin atau 0,09 persen menjadi berakhir di 6.265,64 poin.

Pada Simposium Kebijakan Ekonomi tahunan di Jackson Hole, Jumat (25/8), Yellen mengatakan bahwa sistem keuangan sekarang lebih aman daripada selama krisis keuangan 2008, meskipun beberapa penyesuaian mungkin diperlukan untuk peraturan.

Namun, Yellen tak memberikan petunjuk tentang masa depan kebijakan moneter negara tersebut. Ekspektasi kebijakan moneter ketat di AS telah diperlemah baru-baru ini oleh data inflasi yang lembut. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember hanya 42,2 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Sementara itu, investor terus memantau prospek reformasi pajak AS. Presiden Donald Trump akan memulai kampanyenya secara terbuka untuk reformasi pajak yang telah lama ditunggu pada minggu depan, menurut penasihat ekonominya Gary Cohn.

“Mulai minggu depan, agenda dan kalender presiden akan berputar seputar reformasi perpajakan,” kata Cohn dalam sebuah wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Jumat (25/8).

“Dia akan mulai berada di jalan untuk membuat pidato-pidato penting yang membenarkan alasan reformasi pajak dan mengapa kami membutuhkannya di AS.” Di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang tahan lama manufaktur pada Juli turun 6,8 persen menjadi 229,2 miliar dolar AS, Departemen Perdagangan AS mengumumkan pada Jumat (25/8). Penurunan ini, turun tiga dari empat bulan terakhir, diikuti kenaikan 6,4 persen pada Juni. (grd/ant)