JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston terus memantau perkembangan kondisi dan keselamatan warga Negara Indonesia (WNI) di Texas, Amerika Serikat terkait bencana badai Harvey yang melanda wilayah tersebut. Hal itu disampaikan pihak KJRI Houston dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

“Menanggapi kejadian ini, KJRI Houston terus melakukan pemantauan tentang keselamatan WNI melalui komunikasi intensif dengan pimpinan dan tokoh organisasi masyarakat serta diaspora dan mahasiswa Indonesia di Texas serta pihak otoritas setempat,” kata pernyataan pers KJRI Houston.

Menurut hasil pantauan KJRI, hingga saat ini tidak terdapat WNI yang menjadi korban jiwa dalam bencana badai Harvey tersebut. Namun, ada lima orang warga Houston dan sekitarnya yang menjadi korban jiwa akibat bencana badai itu.

KJRI Houston menyampaikan bahwa sebagian besar WNI dan mahasiswa Indonesia masih dalam situasi aman, sementara beberapa keluarga WNI yang tinggal di wilayah rendah terkena banjir sehingga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Pihak KJRI Houston juga menyatakan siap membantu warga Indonesia yang terkena banjir dengan menyediakan tempat (shelter) di gedung KJRI. Bagi warga Indonesia yang memerlukan informasi dan bantuan, KJRI Houston dapat dihubungi melalui hotline pada nomor +1 346-932-7284.

Bencana Hurricane Harvey, berkategori 1-4 telah melanda negara bagian Texas menyusul dampak banjir besar yang mendera kota Houston dan wilayah sekitarnya hingga wilayah barat negara bagian Louisiana. Badai Harvey mendarat di Corpus Christi, Texas, sekitar 330 kilometer dari kota Houston pada Jumat malam, 25 Agustus 2017 hingga Sabtu dini hari waktu setempat. Badai diperkirakan akan tetap berlangsung hingga 30 Agustus 2017.

Badai Harvey itu merupakan badai yang terbesar yang terjadi di Amerika Serikat dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Presiden AS Donald Trump telah menyatakan status bencana nasional. Sementara itu, Gubernur Texas, Greg Abbot juga telah menyatakan status siaga bencana untuk 30 tempat di negara bagian AS tersebut.

Kantor-kantor pemerintah dan swasta, serta sekolah dan universitas diliburkan. Dua bandara utama Houston, George Bush International dan William P Hobby Airport ditutup sejak 27 Agustus 2017 hingga waktu yang belum ditentukan. (grd/ant)