Kemenperin Ajak Pelaku IKM Optimalkan Pasar Domestik

SOLO (Bisnis Jakarta) – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengajak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) khususnya dari sektor furnitur mengoptimalkan pasar domestik seiring dengan tingginya permintaan dalam negeri.

“Sejauh ini pasar furnitur dalam negeri belum digarap secara optimal, di antaranya pengadaan mebel perkantoran, interior, dan eksterior real eatate atau perhotelan,” kata Direktur IKM Pangan, Barang Dari Kayu dan Furnitur Kementerian Perindustrian RI Sudarto pada acara Workshop e-smart IKM PBKF Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Sudarto di Hotel Sahid Solo, Senin.

Salah satu yang dilakukan agar pelaku IKM furnitur mengoptimalkan pasar dalam negeri adalah dengan melakukan pembinaan. “Di dalam pembinaan IKM sektor furnitur dan kerajinan, kami secara strategis mengambil langkah melalui pendekatan pembentukan korporasi IKM dalam rangka meningkatkan posisi tawar semula hanya kecil atau individul dapat lebih tinggi,” katanya.

Pembinaan tersebut akan lebih mudah dilakukan dengan telah dibentuknya komunitas industri mebel dan kerajinan asal soloraya (Kimkas) oleh para pelaku IKM. Menurut dia, sementara ini Kimkas terdiri dari 40 eksportir yang bermitra dengan pelalu usaha kecil dan mikro.

Dalam hal ini, dikatakannya, pendekatan kelompok industri akan lebih memudahkan pemerintah pusat dalam memberikan berbagai program bantuan yang dapat memajukan industri furnitur di Solo raya seperti fasilitasi KUR, event promosi, branding, HKI, sertifikasi produk maupun program E-Smart IKM yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Kemenperin.

“Kimkas ini bentuk bisnisnya koperasi industri dan mebel kerajinan asal Solo raya. Pada prinsipnya komunitas ini merupakan wadah yang menjadi langkah untuk memanfaatkan potensi peluang pasar baik ekspor maupun dalam negeri,” katanya.

Dengan dibentuknya sebuah komunitas, para pelaku IKM akan lebih ringan ketika menghadapi sebuah permasalahan, salah satunya adalah di saat harus memenuhi kuantitas pemesanan.

“Seperti misalnya saat buyer sudah oke dengan kualitasnya dan dia minta ada kesinambungan pengiriman, dari kuantitas apakah bisa memenuhi jika individual,” katanya.

Sudarto mengatakan dalam hal ini pihaknya mengawal perkembangan dari IKM melalui dibentuknya komunitas tersebut. “Dalam menyelesaikan masalah apapun akan kami ‘support’. Selain itu, nantinya akan ada promosi lanjutan untuk Kimkas. Mudah-mudahan untuk di Jawa Tengah nantinya gubernur bisa segera mendirikan rumah promosi,” katanya. (grd/ant)