Kulit Hewan Kurban Dibuat Untuk Bahan Kerajinan

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kulit hewan kurban yang disembelih pada perayaan Idul Adha hari Jumat, 1 September 2017 ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti tas, sepatu, hingga bedug mesjid di daerah Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Seorang pengajar hafis Al-Qur’an, Ustadz Akromudin (40) mengatakan kepada Antara di Bogor, Senin, bahwa kulit kambing dan sapi yang disembelih di lingkungan rumahnya biasanya diminta oleh para pengepul kulit hewan. “Biasanya ada pengepul kulit hewan yang datang ke lokasi-lokasi pemotongan hewan kurban yang nantinya kulit hewan tersebut akan diberikan kepada para pengepul dan didistribusikan ke pabrik-pabrik seperti tas atau sepatu,” kata Akromudin.

Akromudin mengatakan di lingkungan sekitar pemotongan hewan akan membagi-bagikan bagian badan seperti kepala, kaki, atau kulit kepada yang memang membutuhkannya.

Selain dibuat kerajinan untuk tas dan sepatu, beberapa kulit sapi maupun kambing tersebut digunakan untuk pembuatan bedug mesjid. Tidak hanya para pengepul, beberapa unit kecil dan menengah (UKM) di beberapa daerah di Citeureup juga membuat kerajinan-kerajian berbahan dasar kulit hewan kurban tersebut.

Akromudin menambahkan jumlah kulit hewan kurban meningkat dari tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena banyaknya masyarakat untuk ikut berkurban. Sebelumnya seorang pedagang di sejumlah daerah seperti di Kalibata, Jakarta Selatan mengatakan daya beli masyarakat untuk hewan kurban meningkat hingga 20 persen dari tahun 2016.

Banyaknya pembeli hewan kurban tersebut mengakibatkan meningkatnya jumlah kulit hewan kurban baik sapi, kambing, maupun domba. Bahkan beberapa pengepul di setiap Hari Raya Idul Adha omzet penjualannya bisa melonjak hingga 10 kali lipat. Kulit hewan kurba tersebut dikumpulkan kemudian dipasok ke pabrik-pabrik pengelolaan.

Ketika menerima kulit hewan kurban, pengepul juga mempertimbangkan kualitas kulitnya. Jika kulit dalam kondisi robek maka akan diberi harga lebih murah. (son/ant)