Tak Ada Haji Mengajukan Pulang

MATARAM (Bisnis Jakarta) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H Burhanul Islam mengatakan, jamaah haji dari Kota Mataram hingga saat ini belum ada yang mengajukan ingin pulang lebih awal dari jadwal yang ditetapkan.

“Meskipun dari informasi akhir yang kita terima, ada 32 haji dari 649 orang haji asal Kota Mataram yang dalam kondisi membutuhkan pendampingan, namun mereka tidak mengajukan pulang lebih awal,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Termasuk, kata dia, tiga orang haji pada kelompok terbang (kloter) satu yang sempat ditunda keberangkatannya karena mengidap penyakit anemina dan jantung. Mereka tetap mengikuti ketentuan yang ada.

Menurutnya, saat ini semua jamaah haji Mataram sudah kembali ke Mekkah setelah melaksanakan berbagai rukun wajib dan sunah haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

Bahkan semua jamaah baik yang ada pada kloter 1, 7, 10 dan 11 sudah selesai melaksanakan tawaf ifadah, dan berkemas untuk siap-siap berangkat ke Madinah.

Di Madinah, jamaah akan berada selama delapan hari sebelum pemberangkatan pulang ke Tanah Air untuk melaksanaan salat arbain di Masjid Nabawi.

“Mungkin karena jamaah haji kita belum melaksanakan arbain sekaligus berziarah di Makam Nabi Muhammad SAW di Madinah, menjadi alasan tidak ada jamaah yang mengajukan pulang lebih awal,” katanya.

Namun demikian, diharapkan jamaah haji dapat terus menjaga kesehatannya hingga kembali ke Tanah Air. Begitu juga dengan 32 haji yang mendapatkan rekomendasi untuk pendampingan khusus.

“Secara umum, kondisi semua jamaah haji Kota Mataram dalam keadaan sehat walafiat,” katanya.

Menyinggung tentang jadawal kepulangan jamaah haji asal Kota Mataram, Burhanul belum dapat memberikan informasi secara detail, karena informasi kepulangan jamaah haji baru untuk kloter satu.

“Jamaah kloter satu Embarkasi Lombok yang merupakan kloter utuh jamaah Kota Mataram dijadwalkan tiba di Tanah Air pada tanggal 22 September 2017,” ujarnya. (ant)