Bangun Pelabuhan Patimban Kemenhub Siapkan Rp 13,7 Triliun

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Plt. Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bay M Hasani menjelaskan, pembiayaan pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat tahap I senilai Rp 13,7 triliun.

Menurut Bay, proses lelang pelaksanaan proyek diprediksi selesai Oktober dan awal 2018 konstruksi dimulai ditargetkan 2019 tahap I selesai dan sudah bisa dioperasikan. “Patimban adalah pelabuhan alternatif sebagai back up jangka panjang, mungkin 10 tahun ke depan, dan kita harus sudah mulai dari sekarang,” kata Bay di Jakarta, Selasa (5/9)

Pelabuhan Tanjung Priok sendiri, dengan adanya NPCT 1 di Kalibaru ungkapnya masih mampu menampung 7,5 juta TEUs. Patimban sebagai back up bila ada kepadatan di Priok mengingat tingginya tingkat pertumbuhan.

Pembangunan pelabuhan Patimban sendiri konstruksinya dilakukan dalam tiga tahap. Tahap I dilaksanakan dalam dua fase. “Fase I akan dimulai awal 2018 dan rampung akhir tahun 2019 dengan anggaran Rp13,7 triliun,” tutur Bay.

Hasil pekerjaan tahap I mamlu menampung 250 ribu TEUs dan 210 ribu kendaraan CBU dengan menyelesaikan terminal peti kemas, lapangan peti kemas, terminal kendaraan, back up area, akses jalan, dan kedalaman alur serta kolam.

Sedangkan untuk tahap I fase II akan diselesaikan dengan target tahun 2023 dengan nilai anggaran Rp6,5 triliun. Dengan begitu, tahap I akan menelan biaya Rp20,2 triliun.

Dipercepat

Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Chandra Irawan menyebutkan, pembangunan Pelabuhan Patimban masuk pada Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Selanjutnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menurut dia juga telah menugaskan agar pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Patimban agar disegerakan. “Oktober tahap I pelelangan dilakukan, maksimal selama tiga bulan,” ungkapnya.

Setelah pelelangan, selanjutnya akan segera dilakukan pembangunan. Konstruksi ditargetkan pada awal tahun 2018 sudah dilaksanakan dan pembangunan tahap I fase satu dapat selesai akhir tahun 2019.

Chandra mengemukakan, Pelabuhan Patimban ini akan memiliki desain agak beda dengan pelabuhan lainnya yang sudah eksiating. “Pembangunanya akan menggunakan sistem CDM dan CPM,”ungkapnya.

CDM adalah Cement Deep Mixing dimana pengecoran dilakukan ke dalam tanah sebelum dilakukan reklamasi dan CPM merupakan Cement Pipe Mixing sebelum dimulai reklamasinya.

Bay menambahkan bahwa pembangunan Pelabuhan Patimban ini nantinya dilaksanakan oleh perusahaan pemenang lelang. “Bisa satu, dua, bahkan tiga perusahaan,” jelasnya. (son)