Ijazah Ditahan, Siswi di Tangsel Putus Sekolah

TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  kembali tercoreng. Seorang siswi SD, Mirnaya, terpaksa tak bisa melanjutkan ke jenjang SMP karena hingga kini ijazahnya masih ditahan pihak sekolah sebelumnya yakni SDN Pondok Benda 02 Tangsel. “Katanya kalau mau nebus ijazah harus bayar Rp500 ribu, dan kami tidak memiliki uang,” ungkap orangtua Mirnaya, Uminah.

Uang sebesar itu untuk membayar biaya ujian akhir dan kegiatan study tour. Setiap murid diwajibkan membayar sesuai ketentuan yang dipatok pihak sekolah. Sedangkan dirinya baru bisa membayar Rp200 ribu. “Saya cuma seorang pembantu,  uang sebanyak itu sangat besar menurut kami,” imbuhnya.

Karena tak sanggup membayar kekurangannya, pihak sekolah menahan ijazah Mirnaya. “Sudah dua tahun ini anak saya enggak sekolah. Ya mau gimana lagi, pasrah saja sama nasib jadi orang susah,” ujarnya.

Mirisnya lagi, Uminah sudah berusaha berkali kali meminta kemudahan dari pihak sekolah namun ijazah anaknya tak juga diberikan. Malah terakhir informasinya ijazah Mirnaya dibawa ke rumah wali kelasnya. “Saya sudah lelah memohon-mohon ke sekolah. Tapi tetap saja, ijazah anak saya enggak keluar. Katanya harus melunasi dulu,” pungkasnya. (nov)