JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis ditutup menguat sebesar 8,17 poin seiring dengan pelaku pasar yang mulai melakukan aksi beli saham. IHSG BEI ditutup naik 8,17 poin atau 0,14 persen menjadi 5.832,31 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 1,31 poin (0,13 persen) menjadi 970,85 poin.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa setelah bergerak bervariasi, IHSG bergerak menguat di akhir sesi perdagangan saham menyusul sebagian investor yang mulai melakukan akumulasi beli saham.

“Pelaku pasar saham memanfaatkan harga saham-saham yang telah terkoreksi sebelumnya untuk diakumulasi. Volume beli yang lebih besar menjaga IHSG untuk bergerak di area positif,” katanya.

Kendati demikian, investor asing yang masih berada dalam posisi lepas saham menjadi faktor penahan laju IHSG untuk bergerak lebih tinggi. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada (Kamis, 7/9), investor asing mencatatkan jual bersih atau “foreign net sell” di pasar reguler sebesar Rp863,95 miliar.

Analis Indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan bahwa data perekonomian tentang cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis pada pekan ini dengan estimasi meningkat dapat memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG lebih baik.

“Harapan positif itu berpotensi menjaga IHSG berada pada area penguatan,” katanya Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 274.675 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,300 miliar lembar saham senilai Rp5,491 triliun. Sebanyak 166 saham naik, 156 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 38,55 poin (0,20 persen) ke 19.396,52, indeks Hang Seng melemah 90,84 poin (0,33 persen) ke 27.522,92, dan Straits Times melemah 1,03 poin (0,05 persen) ke posisi 3.231,34. (grd/ant)