Wall Street Berakhir Bervariasi AKibat Badai Irma Dekati Florida

NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Saham-saham di Wall Street bergerak berfluktuasi menjadi berakhir bervariasi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor khawatir terhadap cuaca ekstrem di Florida ketika Badai Irma mendekati negara bagian tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 13,01 poin atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 21.797,79 poin. Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 3,67 poin atau 0,15 persen menjadi berakhir di 2.461,43 poin, dan indeks komposit Nasdaq ditutup merosot 37,68 poin atau 0,59 persen menjadi 6.360,19 poin.

Banyak saham perusahaan-perusahaan asuransi merosot minggu ini menjelang pendaratan Badai Irma di Florida. Pedagang juga khawatir bahwa badai tersebut dapat berdampak negatif terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Sementara itu, saham-saham bank besar seperti Citigroup dan Goldman Sachs menguat pada Jumat (8/9) setelah jatuh di sesi sebelumnya, karena para investor meningkatkan eksposur mereka terhadap aset-aset “safe haven” seperti emas dan obligasi.

Harapan untuk kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat telah diperlemah baru-baru ini. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember hanya 36,2 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Dalam berita perusahaan, raksasa pelaporan kredit AS, Equifax mengumumkan pada Kamis (7/9) bahwa sebuah insiden keamanan siber berpotensi memengaruhi sekitar 143 juta konsumen AS. Saham Equifax merosot 13,66 persen menjadi 123,23 dolar AS.

Di luar negeri, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan awal pekan ini bahwa suku bunga zona euro akan tetap berada pada 0,00 persen. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa bank tersebut akan memutuskan untuk mengkalibrasi instrumen-instrumen kebijakannya sebelum akhir tahun, dengan mengatakan bahwa “mungkin sebagian besar keputusan ini akan diambil pada Oktober.” (grd/ant)