Venue Asian Games Idealnya Rampung Desember

BANDUNG (Bisnis Jakarta) – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) menyatakan venue yang akan digunakan dalam pesta olahraga multicabang negara-negara Asia tersebut idealnya rampung bulan Desember 2017.

“Untuk venue itu kami harapkan lebih cepat selesai lebih baik, dan idelnya maksimal bulan Desember 2017, sehingga punggawa-punggawa atlet kita juga memiliki waktu yang tersisa cukup banyak untuk persiapan di venue demi mengejar prestasi yang lebih baik,” kata Wakil Deputi I (games operation) INASGOC Djoko Pramono, Bandung, Minggu.

Mengingat waktu yang semakin mendekati pelaksanaan Asian Games yang mulai bergulir pada tanggal 18 Agustus 2018, INASGOC akan bergerak cepat mulai pada Senin (11/9) dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi-lokasi venue sebagai usaha mempercepat proses pembangunannya.

Pasalnya, Djoko menyebut hingga saat ini ada beberapa venue yang sudah dibangun namun belum selesai dan siap untuk dijadikan lokasi kompetisi bahkan ada beberapa yang belum sampai tahap pembangunan.

“Karenanya senin besok Direktur Venue INASGOC dan saya akan turun langsung untuk melakukan cek di lokasinya langsung dengan mengajak dua cabang olahraga setiap hari yang merupakan pelaksana kompetisi, untuk menanyakan apa yang mereka butuhkan agar venue tersebut segera siap dipakai karena sampai sekarang juga hampir semuanya belum siap pakai,” katanya.

Terkait dengan beberapa cabang olahraga yang venue-nya sampai hari ini masih belum rampung, Djoko menyebut INASGOC mencari solusi akan hal tersebut. “Bisa dengan penegasan kontrak pengerjaan venue dengan vendor atau juga dengan menyewa tempat yang telah ada sebagai solusi pilihan,” ujarnya.

Diketahui, ada beberapa cabang olahraga yang sampai saat ini belum memiliki venue untuk Asian Games 2018 seperti panjat tebing dan squash. Dua cabang olahraga itu saat ini tengah melakukan kompetisi uji coba (test event).

Akan tetapi dua cabang olahraga itu tidak melaksanakan test event di lokasi aslinya. Panjat tebing menggelar test event di Cikole, Bandung Barat pada 6-10 September 2017 sedangkan squash di Lapangan Squash Siliwangi Bandung pada 10-16 September 2017.

Kendati demikian, Djoko menyebut hal tersebut dapat diterima karena empat aspek maksud dan tujuan dari test event yakni venue, sumber daya manusia, manajemen pertandingan dan regulasi kompetisi telah terlaksana setidaknya tiga aspek.

“Dalam test event ini yang tidak terpenuhi hanya uji coba venue yang tidak terpenuhi, namun hal ini dapat diterima karena selain memang venue aslinya masih belum rampung, test event ini bisa mengcover tiga aspek lainnya sesuai standar yang dibutuhkan ajang Asian Games,” ujar Djoko menambahkan. (grd/ant)