Depok Anggarkan Bonus Jutaan untuk Atlet Pelajar

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menyerahkan penghargaan kepada 2 atlet Kota Depok yang berprestasi di Balai Kota, Senin (11/09)

DEPOK (Binis Jakarta) – Diklaim sebagai apresiasi prestasi sekaligus pembinaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan dua atletnya peraih dua medali emas dan dua medali perak di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2017 dengan bonus tunai jutaan rupiah.

Olimpiade yang digelar di Medan baru-baru ini. Kota Depok meraih empat medali, sedangkan dua atlet lainnya mewakili Provinsi Jawa Barat dari cabang olahraga (cabor) renang.

Untuk bonus penerima medali emas diberikan hadiah uang pembinaan Rp3 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu Rp1 juta. Salah satunya Fatimah atlet renang kategori putri meraih dua medali emas dan satu medali perak untuk gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas jarak 50 meter, diberikan bonus Rp8 juta. Sedangkan Mohammad Zidane yang meraih satu medali perak di kategori putra untuk gaya bebas 100 meter diberikan bonus Rp 2 juta.

“Kita mendapatkan kabar tentang raihan anak-anak didik yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Karenanya pagi ini kita panggil. Kami berikan uang pembinaan untuk mereka,” kata Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna usai Penyerahan Penghargaan di Balai Kota, Senin (11/09).

Pradi mengaku mengapresiasi atas pembinaan yang dilakukan kepada sejumlah atlet tersebut, Menurutnya, raihan prestasi bergengsi ini tidak hanya dari pembinaan yang dilakukan pihak internal sekolah. Tapi, juga berkat arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

Selain itu, Pradi juga berterima kasih pada lembaga non pemerintah yang juga turut berkontribusi dalam pembinaan. Seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, yang diharapkan terus melakukan pembinaan secara berkala kepada atlet lainnya.

Selain itu, untuk meningkatkan prestasi atlet, Pemkot Depok berjanji bakal melakukan sejumlah pembenahan, terutama memperbaiki sarana dan prasarana olahraga yang layak pakai. “Salah satunya tempat-tempat terbuka yang bisa digunakan untuk latihan. Termasuk merehab sejumlah sarana dan prasarana, sehingga lebih representatif,” ungkapnya. (jif)