Perluas Jaringan Domestik Garuda Terbang Jakarta-Banyuwangi

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Untuk semakin memperluas jaringan penerbangannya di domestik, dan juga sebagai upaya untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke wilayah timur pulau Jawa, Garuda Indonesia, Jum’at (8/9) mulai melayani penerbangan Jakarta – Banyuwangi.

Penerbangan Jakarta – Banyuwangi tersebut merupakan upaya Garuda Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat ke wilayah ini, serta melengkapi penerbangan yang telah kami layani ke Banyuwangi melalui Surabaya.

Penerbangan Jakarta – Banyuwangi vv tersebut dilayani 5 kali seminggu yaitu pada hari Senin, Selasa, Rabu, Jum’at dan Sabtu menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 NextGen yang berkapasitas 96 tempat duduk (all economy class).

Penerbangan dari Jakarta menuju Banyuwangi dilayani menggunakan GA 264, berangkat dari Bandar Udara Soekarno-Hatta pukul 14.15 WIB, dan tiba di Banyuwangi (Bandar Udara Blimbingsari) pukul 15.55 WIB. Kemudian penerbangan dari Banyuwangi menuju Jakarta menggunakan GA 265 berangkat dari Banyuwangi pukul 17.00 WIB, dan tiba di Jakarta pada pukul 18.40 WIB.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rambutan tertulisnya mengatakan, Kementerian Perhubungan selalu mendorong maskapai untuk mengembangkan jaringan penerbangannya dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia, melalui pengembangan infrastruktur di bandara bandara di kabupaten. “Sinergi positif antara airline, bandara dan kemenhub dalam peningkatan konektivitas ini tentu saja akan berkontribusi bagi berkembangnya wilayah – wilayah seperti Banyuwangi ini” kata Budi Karya Sumadi.

Sebagai negara kepulauan, kata Menhub, transportasi udara tentunya menjadi salah satu faktor yang penting bagi kemajuan ekonomi daerah-daerah di seluruh Indonesia. Hal tersebut menjadikan kami memprioritaskan untuk mengakselerasi langkah-langkah yan dibutuhkan untuk mendukung kelancaran dan kemajuan di bidang transportasi udara.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menyambut baik pembukaan penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi ini. “Saat ini Banyuwangi telah memiliki daya dukung pariwisata yang memadai. Kami akan terus mendorong agar Banyuwangi pada tahun 2019 bisa menjadi kota wisata tujuan dunia. Tentunya dengan pembukaan rute langsung Jakarta – Banyuwangi Garuda Indonesia ini akan dapat mendukung rencana kami tersebut, mengingat bahwa Banyuwangi akan terkoneksi dengan rute-rute internasional Garuda Indonesia yang dilayani melalui Jakarta”, tambah Arief.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury menyampaikan bahwa pengoperasian penerbangan Jakarta – Banyuwangi hari ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk terus mengembangkan jaringan penerbangannya dan meningkatkan konektivitas antar kota dan wilayah di Indonesia. Rute penerbangan ini tentu saja akan meningkatkan konektivitas Banyuwangi serta wilayah di sekitarnya dengan kota-kota lain di domestik dan internasional, serta sekaligus meningkatkan kontribusi Garuda terhadap peningkatan wisata dan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dan sekitarnya sebagai pusat ekonomi baru.

“Pertumbuhan Banyuwangi sebagai destinasi baru sangat menggembirakan dimana pada tahun 2016 lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Banyuwangi mencapai 60.000 orang dan wisatawan nusantara mencapai dua 2 juta orang. Peningkatan jumlah wisatawan tersebut tentu saja perlu didukung penerbangan langsung dari Jakarta.”, tambah Pahala.

“Selain itu kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata yang telah memfasilitasi dan mendukung terlaksananya penerbangan ini, Sejalan dengan program pengembangan bandara – bandara kecil yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Garuda Indonesia menjadi lebih mudah dalam melakukan pengembangan rute – khususnya untuk kota-kota dengan bandara bandara kecil yang bukan bandara utama.”, tutup Pahala.

Bupati Kota Banyuwangi, Azwar Anas juga menyampaikan peningkatan pariwisata di Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mendukung peningkatan pariwisata tersebut, Banyuwangi telah meningkatkan berbagai sektor pariwisatanya. “Untuk di bandara saja, kami sudah perpanjang landasannya menjadi 2.250 meter, yang mampu dilandasi pesawat yang lebih besar dan siap mengakomodir banyaknya penerbangan. Kami berharap dalam jangka panjang flight Jakarta-Banyuwangi bisa terus tumbuh.” Ujar Anas.

Kota Banyuwangi sendiri memiliki luas sekitar 5.782,50 km2 yang menjadikan Banyuwangi kabupaten terluas di Jawa Timur dan di pulau jawa. Secara geografis, Banyuwangi terletak di daerah wisata alam yang masih hijau dan liar layaknya safari di Afrika, di tambah juga dengan lokasinya yang dekat dengan Samudra Hindia. Dengan begitu, terdapat penyatuan lokasi wisata yang bisa dikunjungi yaitu pantai dan daerah pegunungan seperti Pantai Plengkung, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Baluran, Kawah Ijen dan Taman Wisata Rogo Jampi.

Selain itu, pada bulan Juli 2017 lalu Garuda Indonesia juga telah melayani penerbangan baru ke beberapa kota di wilayah Indonesia timur, diantaranya Makassar – Raha vv di Kabupaten Muna, Sulawesi Selatan, dan Kendari – Bau Bau vv di Sulawesi Tenggara yang dilayani dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang berkapasitas 70 tempat duduk (all economy class). (son)