BI Bali Dorong Perluasan Transaksi Nontunai

DENPASAR (Bisnis Jakarta) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mendorong perluasan penerapan transaksi nontunai khususnya menggunakan uang elektronik di daerah setempat karena potensinya masih terbuka dengan didukung perbankan dan toko modern.
“Potensi penerapan nontunai di Bali lebih besar dan masih tinggi salah satunya parkir bandara,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana dalam diskusi Infrastruktur Perbankan Mendukung Transaksi Nontunai di Tol Bali Mandara di Denpasar, Selasa.
Menurut Causa, pihaknya masih melakukan diskusi dengan pengelola bandara setempat untuk penerapan transaksi nontunai. Penerapan transaksi nontunai untuk parkir di bandara menurut Causa diperlukan untuk memperlancar arus keluar dan masuk yang sebagian besar membawa wisatawan baik domestik dan mancanegara.
Apalagi, Oktober tahun 2018 Bali menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia yang rencananya dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara. Selain bandara, potensi lain yang dapat diterapkan transaksi nontunai yakni di desa wisata yang saat ini tengah dikembangkan di Bali dengan menggandeng perbankan.
Meski demikian, pihaknya mengakui selain budaya masyarakat, kendala terbesar yang dihadapi dalam pengembangan transaksi nontunai di desa wisata yakni hambatan sinyal. “Kendala memang jaringan komunikasi tetapi itu bukan satu-satunya alasan,” katanya.
Bank sentral itu juga mendorong perbankan yang sudah siap ataupun perbankan khususnya yang telah menerbitkan uang elektronik, untuk lebih gencar mengedukasi dan menyosialisasikan penerapan transaksi nontunai.
Causa mengakui untuk investasi nontunai membutuhkan biaya yang sangat besar baik dari sisi teknis penerbitan kartu dan kondisi keuangan perbankan. “Jika ingin meraih pelanggan tentunya ada layanan dan fasilitas dari bank. Tetapi biaya juga besar oleh karena itu yang masih bergabung baru bank yang cukup kuat keuangannya,” ucapnya. (grd/ant)