Depok Siapkan Panggilan Khusus Gawat Darurat Kesehatan

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Pemerintah Kota Depok, bakal mengaku bakal membuat layanan gawat darurat kesehatan 119 pada akhir tahun ini. Penanganan kegawatdaruratan, yang berada dibawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) ini dinilai dapat sangat membantu warga, karena diklaim tak berbayar dan bisa diakses warga melalui telepon rumah maupun telepon seluler.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Noerzamanti Lies mengatakan, layanan panggilan gawat darurat kesehatan 119 untuk mempermudah dalam penanganan kasus dan keadaan gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis dengan cepat dan segera. “Bila mengalami kondisi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis, warga nanti dapat langsung menelepon ke nomor 119,” katanya.

Namun, pihaknya mengaku layanan darurat 119 hanya dapat menangani kondisi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis, seperti kecelakaan lalu lintas, serebrovaskuler (gangguan pasokan darah ke otak), penyakit jantung, kegawatdaruratan kebidanan, kegawatdaruratan kesehatan secara umum dan kondisi-kondisi gawat darurat lainnya.

“Layanan 119 itu bukan untuk menandingi layanan darurat 112 yang sudah ada, tetapi justru akan melengkapi. Diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan, karena keterlambatan penanganan. Kalau pun masyarakat melaporkan kegawatdaruratan kesehatan ke 112 itu juga tidak masalah, karena kita juga terhubung dengan layanan tersebut,” jelasnya.

Kini pihaknya sedang mempersiapkan tempat dan tenaga operator yang akan bertugas menangani layanan darurat kesehatan 119. Di mana petugas layanan darurat 119 tersebut terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan, sehingga dapat langsung memandu atau memberikan petunjuk penanganan pertama pada kasus kegawatdaruratan. Layanan 119 akan bersinergi dengan OPD terkait seperti Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) atau rumah sakit, BPJS, Jasa Raharja dan kepolisian.

“Untuk sistemnya sudah ada, hanya tinggal SDM-nya saja yang akan segera kita rekrut. Sementara untuk dokternya kita akan gunakan dokter ASN,” pungkasnya. (jif)