TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berharap Pemerintah setempat dapat menyediakan sirkuit permanen untuk ajang balapan. Pasalnya, Panitia pelaksana Kejuaraan Daerah (Kejurda) Drag Bike selalu menyewa ke pihak pemilik lahan yang dijadikan untuk sirkuit. Untuk latihan pun, harus menyewa sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor. “Kita sekali sewa saja bisa Rp80 juta untuk dua hari,” ungkap Ketua Harian IMI Tangsel, Bahrudin.

Lebih lanjut Bahrudin mengatakan, tidak hanya biaya sewa, namun ada pemasukan dari sektor lainnya, seperti tiket ataupun parkir. Ini tentu bisa menjadi pendapatan untuk daerah. “Kalau memang Pemkot Tangsel mau terlibat dalam pengembangan dunia balap, sektor ini bisa dijadikan sebagai potensi PAD,” imbuhnya.

Untuk itu Bahrudin berharap agar Pemkot Tangsel bersedia membantu pengembangan dunia balap di wilayahnya. Salah satunya, dengan memfasilitasi sirkuit permanen. “Paling tidak penyediaan lahan. Kita sudah melihat potensi lahan yang ada di wilayah Kecamatan Setu, di sisi Sungai Cisadane. Ini potensi, hanya saja memang milik pengairan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane,” pungkasnya. (nov)