BERI PENJELASAN - Global Portfolio Director Metals and Flow Technologies Mesee Dusseldorf GmbH Friedrich Georg Kehrer (kiri) member penjelasan kepada chairman Certificate commite Indonesia Iron & Steel industri assosiation, DR. Basso Datu Makahanap, GM Wakeni Sofianto Wijaya DAN Electric Cable Manufacturers Assosiation (Apkabel) Noval Jamalullail (kanan) dalam seminar di Jakarta Kamis (14/9).

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Messe Düsseldorf kembali menghadirkan pameran  industri kawat, kabel dan pipa dunia, Wire & Tube 2018 di Düsseldorf Exhibition Centre, Jerman. Sekitar 2.600 exhibitor akan memamerkan inovasi teknologi terkini, mesin baru serta produk dan layanannya di sektor industri kawat, kabel dan pipa. Pameran ini dinilai akan menjadi jembatan untuk mempertemukan industri kawat, kabel dan pipa Indonesia dengan industri dunia.

Untuk mengetahui kegiatan tersebut, sekitar 100 pelaku industri kawat dan kabel Indonesia berkumpul di presentasi teknis yang digelar Messe Düsseldorf di Hotel Pullman Jakarta hari ini (14/9). Di seminar tersebut, berbagai informasi terkini perihal industri kawat dan kabel dunia disampaikan oleh para pelaku industri dunia. Seminar diselenggarakan sebagai bagian dari roadshow kampanye pameran Wire and Tube 2018 yang akan diselenggarakan di Düsseldorf Exhibition Centre, Jerman pada 16 – 20 April 2018.

Industri kawat, kabel dan pipa memiliki harapan tinggi di tahun depan mengingat investasi di pasar global akan menggairahkan industri baja di seluruh dunia. Khusus di Indonesia, tentunya juga akan terpengaruh oleh meningkatnya kebutuhan serat optik nasional seiring dengan permintaan serta optik terkait pengerjaan proyek nasional seperti proyek Palapa Ring, proyek kabel serat optik bawah laut dan permintaan koneksi broadband rumah tangga.

“Akan ada fokus yang lebih kuat lagi pada kabel fiber optik. Messe Dusseldorf mengambil langkah ini untuk merespon meningkatnya penggunaan kabel fiber optik di sektor energi, konstruksi dan komunikasi,” ungkap Global Portfolio Director Messe Dusseldorf, Friedrich Georg Kahrer dalam seminar untuk 100 pelaku industri kawat dan kabel Indonesia.

Friedrich mengaku seminar ini digelar untuk mengajak para pelaku industri kawat dan kabel di Indonesia untuk hadir dan memanfaatkan pameran Wire & Tube 2018 untuk menambah wawasan sekaligus menjalin kerjasama bisnis dengan perusahaan perusahaan dari seluruh dunia.

Nantinya para exhibitor akan diisi oleh perusahaan perusahaan ternama dunia untuk industri kawat, kabel dan pipa seperti dari perusaahan asal Italia, Belgia, Perancis, Spanyol, Austria, Belanda, Swiss, Turki, Inggris, Swedia, Jerman, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan, India dan China.

Pasar global untuk pipa dan tabung diproyeksikan mencapai 113 juta ton di 2018. Selain itu, pasar global untuk pipa las spiral dan tabung diproyeksikan mencapai 24,6 juta ton pada 2018. Hal ini didorong oleh pemulihan ekonomi, peningkatan aktivitas di sektor energi dan meningkatnya proyek konstruksi pipa. Laporan industri ini menunjukan bahwa kawasan Asia Pasifik merupakan pasar terbesar di seluruh dunia, terutama didorong oleh peningkatan penggunaan dalam mengangkut gas alam. Peluang bisnis di industri kawat dan kabel di Asia Pasifik diperkirakan memberikan kontribusi sekitar 3 persen dari produksi kawat dan kabel dunia.

“Sebagaimana jaringan fiber optik semakin luas maka kinerja jaringan broadband pun meningkat. Investasi besar untuk melakukan ekspansi dan modernisasi jaringan kabel memberikan keuntungan bagi sektor industri kabel. Pameran Wire & Tube 2017 merupakan platform yang ideal bagi pelaku industri di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan produktivitas dan efisiensi sekaligus memperluas bisnis dan jaringan,” ungkap Ketua Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) Noval Jamalullail. (grd)