DOSEN IPB - Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB, Dr.Ir. Siti Badriah, pembuat inovasi dalam permainan Edukasi Eco Fan Game untuk anak.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Pendidikan konservasi sejak dini merupakan cara yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah kelestarian alam. Pendidikan konservasi sejak dini penting agar anak-anak tertanam sikap positif dan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian alam hingga dewasa dan mewujudkan peran aktif konservasi.

Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Siti Badriah membuat beberapa inovasi dalam metode pengajaran pendidikan konservasi sejak dini. Dosen di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Dept. KSHE) ini berhasil membuat sebuah metode pengajaran pendidikan konservasi yang berbasis Joyful Learning. “Ya hingga saat ini sudah ada beberapa alat peraga pendidikan konservasi yang berupa CD room, Eco Fun Game, Poster, buku cerita anak, alat pembuat daur ulang kertas sederhana hingga modul pelajaran tentang lingkungan,” kata Siti, di kampusnya Senin, (18/09)

Awalnya alat peraga hanya berupa CD room yang berisi materi-materi tentang konservasi. CD room ini diperuntukan untuk anak perkotaan yang saat itu sudah akrab dengan teknologi komputer.  “CD room awalnya dibuat untuk metode pengarajaran anak-anak di kota, yang sudah akrab dengan komputer. Sambil main komputer bisa sambil belajar tentang konservasi,” kata dia.

Penyesuaian pengajaran dengan berbasis komputer ini memang diperuntukkan untuk anak perkotaan yang tidak terlalu akrab dengan alam. Materi-materi yang ada di dalamnya tidak hanya bisa digunakan untuk anak-anak saja, tetapi mahasiswa dan orang dewasa juga dapat ikut belajar konservasi dengan CD room tersebut.

Inovasi selanjutnya yang ia ciptakan adalah Eco Fun Game. Eco Fun Game merupakan permainan anak ular tangga dengan menggunakan pion dan dadu yang dikocok untuk menjalankan permainan. Peraturan yang ada dalam permainan Eco Fun Game ini sama dengan permianan ular tangga lainnya, namun yang membedakan adalah animasi permainannya.

Animasi-animasi yang dimunculkan juga terkait dengan pendidikan konservasi. Contohnya jika pion berhenti di gambar kebakaran pohon, maka pion akan turun sepanjang ular yang ada di gambar tersebut. “Melalui gambar-gambar ini semua terkait dengan konservasi. Jika pion berhenti di gambar kerusakan konservasi atau kerusakan hutan dan kebakaran hutan, maka pion akan turun sepanjang ular yang ada di situ,” jelasnya. (bas)