TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Kasus aksi perundungan atau bullying kembali menimpa peserta didik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini belasan siswa SMP Negeri 18 Pamulang ditelanjangi serta dijemur di panas terik matahari oleh seniornya yang juga alumni sekolah tersebut. “Kita disuruh kumpul di sana, sama mereka disuruh buka baju. Panas-panasan gitu, terus ditendangin sama ditinju, di bagian pinggang dan perut,” ungkap salah seorang korban, RK ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.

Setelah dilakukan penyelidikan, belakangan diketahui motif dari penganiayaan tersebut yakni telepon genggam salah seorang pelajar hilang. Siswa SMA yang melakukan penganiayaan mencoba untuk mencari tahu keberadaan telepon genggam tersebut

Menanggapi kasus ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono, kasus bullying itu terjadi di luar sekolah. Persisnya berlangsung setelah anak-anak peserta didik mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya masing-masing. “Saat ini sudah ditangani pihak kepolisian,” ujarnya.

Taryono menambahkan, pihaknya sudah memerintahkan kepada Kepala SMP Negeri 18 untuk datang ke Mapolsek Pamulang. Sejumlah peserta didik yang menjadi korban dan pelaku aksi bullying digiring polisi untuk dimintai keterangan.

Seluruh kepala sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas sederajat diiangatkan agar lebih maksimal melakukan pengawasan. Pun pembinaan terhadap peserta didik secara individual agar bisa menghindari sikap serta prilaku bullying. “Tingkatkan penguatan pendidikan karakter di sekolah,” tegasnya.

Taryono juga mengimbau kepada para orangtua dan masyarakat untukk lebih peduli kepada prilaku anak di luar sekolah. “Sesuai kewenangan kami lakukan pembinaan kepada anak-anak di sekolah kerja sama dengan orangtua,” pungkasnya. (nov)