GATF Targetkan Rp 501 Miliar

    JAKARTA (Basnis Jakarta)- Setelah sukses melaksanakan “Garuda Indonesia Travel Fair (GATF)” tahun 2017 phase I yang telah dilaksanakan pada tanggal 10-12 Maret 2017 lalu, maskapai nasional bangsa, Garuda Indonesia bersama Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank partner kembali menggelar GATF 2017 untuk phase II yang akan dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 22-24 September 2017.
    Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati pada sesi konferensi pers GATF 2017 phase II kota Jakarta di Bluegrass Bar & Grill, Jakarta, Senin (18/9) mengatakan, pelaksanaan GATF 2017 phase II ini merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk terus meningkatkan dan mengembangkan pariwisata Indonesia, khususnya beberapa destinasi wisata yang saat ini diprioritaskan oleh pemerintah, yaitu Lombok, Gunung Bromo, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Morotai, Kepulauan Seribu, Belitung, Wakatobi dan Tanjung Lesung.

    “Pada pelaksanaan GATF 2017 phase II ini, kami menawarkan berbagai tiket dan paket perjalanan wisata baik domestik maupun internasional dengan harga yang menarik dan lebih terjangkau, karena kami telah bekerjasama dengan bank partnerterbaik, yakni BNI untuk dapat melayani kebutuhan traveling para pelanggan setia Garuda Indonesia” jelas Nina.

    Dari ke 22 kota besar di Indonesia tersebut, secara nasional Garuda Indonesia akan menargetkan total penjualan sebesar IDR 501 milyar selama 3 hari pelaksanaan GATF 2017 phase ke II di masing-masing kota. Sedangkan khusus untuk kota Jakarta, target penjualannya adalah sebesar IDR 283 Milyar dengan target mendatangkan 76 ribu pengunjung.

    Pada pelaksanaan GATF 2017 phase I pada bulan Maret lalu di kota Jakarta, Garuda Indonesia telah berhasil mendatangkan sebanyak lebih dari 74 ribu pengunjung, dengan jumlah total penjualan mencapai lebih dari IDR 279 miliar.

    BNI digiTravel

    Sementara itu, Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan partisipasi dan dukungan BNI dalam GATF ini dikemas dalam gerakan BNI digiTravel sejalan dengan semangat BNI DigiNation. Sebelumnya BNI telah meluncurkan program “BNI Digination” yang menjadi sebuah gerakan di seluruh wilayah operasional BNI untuk membantu percepatan literasi transaksi keuangan secara digital bagi masyarakat Indonesia, terutama yang memiliki akses terbatas ke lembaga-lembaga keuangan. Gerakan ini akan membuka kesadaran publik bahwa teknologi digital dapat diaplikasikan dengan sebaik mungkin dalam meningkatkan kesejahteraan bersama masyarakat Indonesia secara umum.

    Beberapa produk digital yang dikembangkan oleh BNI antara lain UNIQKU, BNI Kredit Digital (Digital Loan), BNI Vision, BNI e-Collection, BNI Digital Services, hingga Dashboard Bansos. Beberapa diantaranya juga ditampilkan pada GATF kali ini, seperti UNIQKU.

    Melalui BNI Digination, BNI menyiapkan semua layanan yang memungkinkan publik untuk aktif menjadi penyedia layanan keuangan. BNI membuat setiap orang layak menjadi bankir, meskipun tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan awal sebagai bankir. “Di masa mendatang, tidak ada lagi masyarakat yang tidak terlayani oleh bank, karena BNI adalah digital. Gerakan ini juga kami tularkan pada layanan perbankan yang terkait dengan parawisata seperti GATF ini,” ujar Anggoro. (son)