Inflasi membengkak, Depok Bakal Intervensi Harga Pangan

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, mencatat laju inflasi Kota Depok saat ini tergolong tinggi. Dengan angka inflasi sebesar 3,38 persen diketahui melebihi dari inflasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 2,66 persen. Untuk itu, Pemerintah Kota Depok diminta serius menangani hal ini terlebih mendekati akhir tahun.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengaku bakal mengambil inisiatif intervensi harga barang di pasar agar laju inflasi bisa ditekan. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi, termasuk melakukan rekayasa dan menggelar pasar murah. Tujuannya untuk mengendalikan harga dan pasokan sejumlah

“Berdasarkan informasi harga pangan (e-priangan), portal yang dikelola Bank Indonesia (BI), ternyata Depok memiliki inflasi yang cukup besar, bahkan di atas Jawa Barat,” katanya, usai rapat koordinasi (rakor) di Balai Kota.

Dijelaskan Mohammad Idris, beras dan cabai menjadi dua barang yang memiliki andil terhadap inflasi di Kota Depok. Melalui dinas terkait, akan dilakukan investigasi yang menjadi penyebab inflasi tersebut. “Misalkan, apa yang sebenarnya menjadi faktor penyebab tingginya inflasi beras atau cabai. Apakah tingginya harga, minimnya pasokan, regulasi, atau ada faktor lainnya,” jelasnya.

Namun demikian, Mohammad Idris mengklaim stok beras masih terkendali. Karena Pemkot Depok menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Juga mendatangkan beras lokal dari Kabupaten Cianjur, sehingga harganya relatif stabil.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Wiwik Sisto Widayat menjelaskan, hingga akhir 2017 masih ada kesempatan untuk menurunkan inflasi. Meski tetap harus waspada, pasalnya pada bulan November dan Desember, terdapat hari-hari besar.

Karena itu, dari sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Hal tersebut sebagai bahan komparasi bagi Pemkot Depok, mengingat kondisi Depok persis dengan Jakarta. Yaitu tidak memiliki lahan dan produk pertanian. “Jakarta mampu menjaga inflasi dengan baik. Kami harapkan ada pelajaran dan tindak lanjut dari pertemuan tersebut,” katanya. (jif)