DIBONGKAR – Aparat Kepolisian akhirnya membongkar makam Hilarius Chirstian Raharjo, di lokasi Pemakaman Umum, Cipaku, Kota Bogor Selasa, (19/09).

BOGOR  (Bisnis Jakarta) – Tim Forensik DVI Polda Jawa Barat, bersama jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota akhirnya membongkar makam Hilarius Chirstian Raharjo, di lokasi Pemakaman Umum, Cipaku, Kota Bogor Selasa, (19/09/17).

Pembongkaran makam yang kemudian dilanjutkan dengan proses outopsi tersebut dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban yang diduga tewas saat melakukan pertarungan (duel) maut ala film Gladiotor, antar pelajar SMK Budi Mulya Vs pelajar SMK Mardi Yuana, Kota Bogor pada 29 Januari 2016, di lapangan Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Kapolres Bogor Kota. Kombes Pol. Ulung Sampurnajaya, di lokasi pembongkaran makam menyampaikan, proses outopsi oleh tim Foresik DVI Polda Jabar bersama jajarnnya tersebut dilakukan setelah pihaknya resmi menerima persetujuan dari pihak keluarga korban.  “Kan polisi baru bisa bekerja untuk melakukan outopsi dan proses penyidikan ini setelah ada persetujuan dari pihak keluarga,” tegas kapolres.

Menurut kapolres, proses otopsi ini penting dilakukan untuk mengungkap secara pasti kasus penyebab kematian korban yang kini viral dan ramai dibicarakan masyarakat.  “Kasus ini kan mencuat ke publik setelah ibu korban menulis di akun FB-nya, agar kasus kematian anaknya ini segera diungkap dengan seadil-adinya. Ya, karena sekarang ini sudah dilakukan outopsi, maka kasusnya sudah pasti akan kita usut hingga tuntas,” tegasnya.

Di lokasi yang sama Ibu korban, Maria Agnesia, tampak syock tidak tega melihat jasat buah hatinya yang sudah meninggal setahun yang lalu itu kini terpaksa harus kembali dibongkar dan dilakukan proses outopsi.  “Saya dan keluarga butuh keberanian cukup lama untuk melakukan ini semua. Bayangkan, ibu mana yang tega saat melihat tubuh anaknya dioutopsi seperti itu. Tapi biar bagaimanapun saya harus tetap kuat, demi mendapatkan kedadilan atas meninggalnya Hilarius dengan cara yang begitu keji dihadapan para seniornya itu,” ujarnya penuh kesedihan.

Kasus kematian Hilarius Chirstian Raharja, pelajar di SMK Budimulya Kota Bogor tersebut kembali mencuat ke public  dan sempat viral di berbagai media social dalam beberapa hari terakhir setelah sang ibu Maria Agnesia, melalui akun FB-nya membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo,  agar beliau berkenan membantu dirinya sebagai seorang ibu mendapatkan  keadilan atas meninggalnya putra sulungnya yang meninggal dengancara keji seperti itu.

Bahkan dalam akun FB tersebut, Maria sebagai seorang ibu juga sempat menumpahkan kesedihan hatinya paska kepergian Hilarius meski dia sudah pergi setahun berlalu. “Hampir setip malam saya menangis jika teringat dia. ANak itu pergi ke sekolah dengan sehat, tiba-tiba dia pulang sudah menjadi mayat. Apalagi saya melihat video detik-detik kematian dia yang teragis seperti itu…” ujarnya yang terputus, karena sudah tidak mampu lagi berkata untuk melanjutkan cerita dan kesedihannya.

Dalam tayangan video yang kabarnya sempat beredar dikalangan pelajar Bogor, memang Cristian tampak dipakasa oleh para seniornya untuk menjalani pertarungan duel sampai mati, layaknya dalam sebuah tayangan Film laga gladiator. Dalam video berdurasi pendek itu, korban sebtulnya sudah berulangkali menyerah, karena sudah mengalami luka parah pada sekujur tubuhnya. Namun tetap saja, oleh para seniornya dipasa terus bertarung sampai akhirnya korban terlihat tidak sadarkan diri dan tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit  Aza, di Jalan Padjajaran. (bas)