PALEMBANG (Bisnis Jakarta) – Kementerian Perhubungan melakukan sosialisasi pilot project operasional bersama Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang dengan swasta tahun 2017. Pada pengoperasian jembatan timbang, menurut Kasubdit Audit dan Inspeksi Keselamatan Jalan I Ketut Suhartana, dilakukan proyek percontohan pada tujuh lokasi.

Pengelolaannya juga dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Peran pihak ketiga ada beberapa, diantaranya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk pengawasan dan pencatatan di jembatan timbang. “Menyiapkan prosedur standar operasional yang melakukan pelaksanaan pilot project dalam pengawasan dan pencatatan. Selain itu, tugas pihak ketiga adalah melaporkan hasil kegiatan secara berkala dan melakukan kajian dalam upaya perbaikan operasional jembatan timbang,” kata dia saat sosialisasi mewakili Direktur Pembinaan Keselamatan di Palembang, Selasa (19/9).

Pelaksanaan sosialisasi berdasarkan peralihan pengelolaan aset jembatan timbang dari Pemerintah Daerah ke Pemerintah Pusat, perubahan pola pengoperasian dan perlunya model pengelolaan. “Kemenhub diamanahkan untuk mengoperasikan 141 jembatan timbang,” tutur Ketut.

Ketut berharap ke depan kita harus mulai berbenah dengan paradigma baru dengan pengelolaan JT baru, serta berharap ke depan banyak perubahan. “Pada operasional jembatan timbang, bila ada dugaan pelanggaran, maka akan ditindaklanjuti oleh PPNS sesuai Surat Keputusan (SK) Nomor 736/AJ.108/DRJD/2017,” ungkap Ketut.

Penindakan yang dilakukan PPNS meliputi dugaan pelanggaran daya angkut, persyaratan teknis dan layak jalan, dokumen kendaraan, tata cara muat barang, dan dimensi kendaraan.

Pada pelaksanaan operasionalnya, digandeng Surveyor Indonesia dan Sucifindo sebagai Manajemen Bersama Unit pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang. Sosialisasi jembatan timbang ini dilakukan di empat kota. Selain Palembang, digelar juga di Semarang, Medan, dan Jakarta. “Kami juga mengharapkan sekali dukungan dari semua pihak karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan adanya operasi UPPKB ini semoga dapat mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan keselamatan jalan,” ucap Pimpinan Proyek Surveyor Vera Tobing.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Kepolisian Daerah  Sumatera Selatan Selatan, Kepolisian Daerah Jambi, Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan, Dinas ESDM Provinsi Jambi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, DPD Organda Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi, perwakilan PT. Pusri dan perwakilan PT. Bukit Asam.

Adapun lokasi pelaksanaan proyek percontohan, tiga jembatan timbang di wilayah Sumatera yakni UPKKB Seumadam, Aceh Tamiang, UPKKB Sarolangun Jambi, dan Senawar Jaya Banyu Asin, Sumatera Selatan. Sedangkan empat di wilayah Jawa, diantaranya UPPKB Losarang (Indramayu, Jawa Barat), UPPKB Wanareja (Cilacap, Jawa Tengah), UPPKB Widang, (Tuban, Jawa Timur), dan UPPKB Widodaren (Ngawi, Jawa Timur). (son)