Ikut Ajang Bergengsi Dunia, Dua Mahasiswa HI Budi Luhur Dikirim ke Malaysia

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Budi Luhur kembali menorehkan prestasinya. Dua mahasiswa HI yaitu Cut Thalia Amorita dan Rima Rifnasari menjadi delegasi perwakilan dari Universitas Budi Luhur untuk hadir dalam pagelaran bergengsi dunia yakni Asia Youth International Model United Nation (AYIMUN) 2017.

AYIMUN 2017 akan digelar pada November, 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Tema yang akan diusung yaitu “Enhancing Global Power through Diplomacy and Regional Integration”. Dengan tema ini, para delegasi yang terdiri dari sejumlah anak muda akan membahas beberapa masalah dunia. Tidak hanya membahas, para delegasi ini juga akan memberikan kontribusinya berupa solusi pemecahan masalah-masalah yang didiskusikan tersebut.

Kedua mahasiswa HI Universitas Budi Luhur tersebut bernama . Keduanya merupakan peraih beasiswa dari kampus cerdas, berbudi luhur tersebut. Kedua perempuan ini akan belajar tentang berdiplomasi yang baik mulai dari skala nasional maupun internasional. Mereka juga akan diajarkan bagaimana cara menulis, berdebat, berdikusi, dan berbicara di depan umum.

Dari pagelaran bergengsi ini memang sudah banyak mencetak para diplomat muda. Dengan begitu, mereka dapat memahami isu-isu internasional, kebijakan internasional, dan banyak hal sejak dini. Selain itu, mereka dapat satu sama lain membentuk dan memperluas jaringan dalam banyak hal.

AYIMUN 2017 nantinya akan memuat 7 isu internasional. Ketujuh isu itu yaitu ARF (ASEAN Regional Forum), UNHRC (United Nations Human Rights Council), UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organizations), UNHCR (United Nations High Commissioner For Refugees), IMF (International Monetary Fund), WHO (World Health Organizations), and OIC (Organization of Islamic Cooperation).

Dari diskusi dan debat mengenai isu tersebut di atas, diharapkan para delegasi mampu mengaplikasikan pengalaman internasionalnya ke dalam model AYIMUN sebagai isu abad ke-21, mampu menjadi pemimpin dengan berpikir secara analisi, berdiplomasi dengan baik dan punya kemampuan public speaking yang handal. (grd)