MERAYAKAN sewindu usianya, Perempuan Untuk Negeri (PUN), sebuah organisasi non profit yang menghimpun berbagai kalangan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan melepaskan burung merpati ke alam bebas dimana sebelumnya seluruh anggota menyanyikan Lagu MARS PUN dengan penuh semangat.

Dalam acara ini, PUN menampilkan karya-karya busana dari beberapa anggotanya seperti SJULLY DARSONO dan Nita Senoadjie yang dibawakan oleh para model yang juga anggota PUN dalam iringan suara Maria Calista

Acara perayaan 8 tahun kehadiran PUN tersebut, digelar di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu, (20/9) malam.

Merayakan HUT ke-8 tersebut, diundang berbagai kalangan yang selama ini aktif di PUN termasuk sejumlah sahabat yang selalu terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Organisasi sosial yang didirikan oleh Yanti Airlangga yang juga merupakan ibu Menteri Perindustrian tersebut memiliki visi kemanusiaan yang diawali dari persahabatan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Liliana Tanoesoedibjo, Rosa Dino Patti Jalal,Nina Akbar Tanjung, dan sejumlah aktivis yang datang dari berbagai kalangan dan profesi.

Dalam pesannya, Ketua Umum PUN Yanti Airlangga berharap PUN kian berperan dalam memberikan sumbangsihnya kepada negara dan bangsa. Untuk itu pihaknya mengajak segenap aktivis PUN untuk meningkatkan kerjasama demi mewujudkan harapannya tersebut. “Tidak menyangka,PUN yang lahir dari sekedar bincang-bincang ringan hingga saat ini usianya sudah mencapai 8 tahun. Kami berharap seiring dengan bertambahnya usia, kami ingin kontribusi PUN terhadap masyarakat banyak kian meningkat,”  harap Yanti Airlangga.

Harapan Ketua Umum PUN itu didukung oleh seluruh anggotanya sebagaimana diucapkan salah seorang pendiri organisasi tersebut yakni Yunita  Ayukemala saat memberikan testimoni atas perjalanan organisasi Perempuan Untuk Negeri (PUN), mengisahkan sekilas perjalanan organisasi tersebut selama 8 tahun.

Diceritakan oleh Yunita bahwa PUN susah banyak melakukan kegiatan sosial mulai sejak terjadinya musibah  Padang 2009 lalu hingga sekarang. Sejumlah kegiatan rutin yang selalu dilakukan oleh PUN adalah bakti sosial di berbagai daerah di seluruh tanah air, sunatan massal,kunjungan ke lokasi-lokaai bencana sambil  menyerahkan bantuan seperti  bantuan banjir dan longsor, mengadakan bazaar serta menggelar drama musikal yang hasil penjualan tiketnya didonasikan  ke masyarakat yang membutuhkan di seluruh tanah air.

Ketua Panitia Penyelenggara Sewindu PUN,Tenny Lizia mengatakan,bahwa perayaan 8 tahun PUN memang cukup istimewa dengan mengundang Bebie Romeodan  Kris Dayanti . Namun Tidak setiap ulang tahun dirayakan seperti ini. Kadang kita cukup potong tumpeng saja,” kata Tenny Lizia.

Dia menambahkan sebagai organisasi, PUN berusaha tetap eksis dengan menjalin kerjasama antar seluruh anggota yang profesinya datang dari berbagai kalangan. “Dengan beragamnya aktivis organisasi maka selalu muncul ide kreasi dan inovasi sehingga gerak organisasi kian dinamis. Sejumlah anggota atau aktivis banyak menyumbangkan ide dan gagasan sesuai bidang dan latar belakangnya,” papar Tenny Lizia. Adapun pertemuan anggota kadang dilakulan setiap bulan sekali untuk mengupdate agenda kegiatan sekaligus melakukan evaluasi. “Pertemuan di antara kami rutin dilakukan secara berkala.Bisa tiap bulan sekali.Disitulah kami merancang sebuah program,” kata dia.

Sementara itu salah anggota PUN,Yonkie Alwi merasa sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar PUN karena disini kami memiliki visi dengan ikatan persahabatan yang sangat kuat.

Sejumlah kegiatan nasional yang pernah dilakukan Perempuan Untuk Negeri antara lain malam dana musibah gempa Padang di mana hingga saat ini PUN memiliki sekolah yang didirikan di daerah yang terkena bencana.

Sejumlah kegiatan lainnya adalah mengapresiasikan diri dalam bidang seni dengan membuat drama musical Badai Kasih yang hasil penjualan tiketnya disumbangkan kepada Rumah Singgah Anak Kanker Indonesia,bazaar ramadhan yang biasa dilakukan setiap menghadapi bulan ramadhan, khitanan massal yang selalu melibatkan ratusan bahkan ribuan anak di berbagai tempat secara gantian. “Kita juga kerap memberikan hiburan,mengajak nonton anak yatim, memberikan bantuan langsung sanggar-sanggar kesenian dan mengajak bermain anak2 tidak mampu,” katanta. (son)