KUTA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar 300 bus yang disiagakan untuk melayani penumpang di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, apabila ingin melalui jalur darat karena gagal terbang mengantisipasi aktivitas vulkanik Gunung Agung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi, Kota Denpasar dan Organda yang paling berperan serta Damri,” kata Kepala Balai Pengelola Tansportasi Darat Wilayah Bali dan NTB Agung Hartono usai menghadiri rapat koordinasi antisipasi siaga darurat Gunung Agung di gedung “Emergency Operation Center” Bandara I Gusti Ngurah Rai di Kuta, Kabupaten Badung, Minggu.

Dia menjelaskan apabila calon penumpang ingin meneruskan perjalanan dengan jalan darat, maka mereka dapat menggunakan bus yang diantarkan melalui tiga titik terminal di antaranya Ubung Denpasar, Mengwi di Kabupaten Badung dan Pelabuhan Benoa Denpasar.

Agung mengatakan hal tersebut merupakan rencana mitigasi yang pernah dilakukan menangani penumpang ketika Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdampak abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Barujari di Lombok, NTB.

Menurut dia, di Bali terdapat sekitar 2.300 bus yang terdiri dari 1.800 bus pariwisata dan 500 bus antarkota antarprovinsi. Setelah dilakukan penghitungan bersama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, diperkirakan sekitar 300 bus untuk pelayanan penumpang yang gagal terbang apabila Gunung Agung erupsi.

Hingga saat ini, aktivitas gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu masih dalam status awas.  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah memantau perkembangan berdasarkan laporan dari BMKG dan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin Australia. (grd/ant)