Menhub akan Tata Pelabuhan di Batam

BATAM (Bisnis Jakarta) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menata pelabuhan di Batam yang saat ini jumlahnya mencapai ratusan karena membuat daya saing dengan negara lain menurun.

“Kita akan evaluasi pelabuhan. Yang belum ada izin, segera mengajukan izin tapi nanti kita liat lagi. Kalau memungkinkan pelabuhan digabung,” katanya saat bertemu dengan puluhan pelaku usaha jasa transportasi laut di salah satu hotel di Kota Batam, Minggu.

Dia mengatakan jumlah pelabuhan di Batam sudah mencapai ratusan karena masing-masing pengusaha membuat pelabuhan sendiri.

“Kita teliti mana tidak produktif. Masa tiap ada usaha, bikin pelabuhan. Dari ratusan pasti ada yang tidak produktif. Makin banyak pelabuhan, makin tidak kompetitif,” katanya.

Pelabuhan yang tidak produktif akan ditawarkan kepada pihak lain. Kalau pelabuhan itu menjadi galangan kapal maka tetap jadi galangan kapal. Kalau pelabuhan umum maka akan dikaji dulu peruntukannya.

Akibat banyak pelabuhan, pengusaha indonesia menjadi pengumpul barang ke negara tetangga lalu dikirim ke negara lain. Pada bagian lain saat bertemu dengan pengusaha jasa transportasi laut, Budi Karya meminta agar para pengusaha ikut mendukung pemerintahan yang bersih dengan tidak menawari jajarannya untuk tidak berbuat benar.

Di sisi lain, kepada jajarannya, Menhub meminta tidak mempersulit perijinan, melayani dengan bak, dan menjaga integritas. (grd/ant)