TINJAU PENGUNGSI - Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, saat meninjau pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura Klungkung Minggu (24/9) sore. (foto : kmb)

KARANGASEM (Bisnis Jakarta) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan belum dapat memastikan batal dan tidaknya pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) yang dijadwalkan pada Oktober 2018, karena menunggu kondisi normal Gunung Agung, Kabupaten Karangasem.

“Kami masih menunggu bagaimana kondisi Gunung Agung saat ini dan belum bisa mengatakan apakah jadwal IMF-WB di Bali, karena pelaksanaannya masih cukup lama,” ujar Luhut dalam kunjungannya memantau Posko Komando Logistik di Pelabuhan Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, Minggu.

Sejauh ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PWMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM, belum menyatakan status gunung tertinggi di Bali itu meletus dan berapa besar dampak letusan yang bisa diakibatkan, serta apakah akan mengganggu aktivitas penerbangan.

“Kita lihat dulu lah, kapan Gunung Agung ini meletus. Kapan meledaknya dan seberapa besar dampak gangguannya,” ujarnya dengan tegas.

Dengan kedatangan dirinya memantau posko pengungsi Gunung Agung, lanjut dia, secara tidak langsung pihaknya sudah menduga-duga bagaimana kondisi Bali ke depannya. “Terkait rencana lokasi lain untuk dilaksanaan IMF-WB, kami sedang memikirkan hal ini,” ujarnya.

Menurut Menko, pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak terkait dan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait hal ini. “Apapun kontinjensi untuk pelaksanaan IMF-WB ini harus dipersiapkan secara matang,” ujarnya. Ia mengharapkan, kondisi Gunung Agung tak membawa dampak negatif terhadap masyarakat di Pulau Dewata dan wisatawan yang datang ke Bali.

Sebelumnya, Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat nasional persiapan pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), di Kabupaten Badung, Bali, beberapa waktu lalu mengatakan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang dijadwalkan pada Oktober 2018 di Bali akan mendongkrak ekonomi daerah setempat, termasuk menggerakkan sektor usaha kecil menengah.

Dalam pertemuan IMF-WB yang direncanakan di Pulau Dewata itu, akan dihadiri 15 ribu orang dari 189 negara yang bergerak disektor UKM, sektor akomodasi perhotelan dan restoran. (grd/ant)