Pengungsi Hamil Tua Jalani Operasi Caesar, Biaya Perawatan Ditanggung Pemerintah

SINGARAJA (Bisnis Jakarta) – Seorang pengungsi yang sedang hamil tua asal Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem akhirnya menjalani operasi caesar di RSUD Buleleng Minggu (24/9). Wayan Tangkih (36) yang mengandung anak keempat itu terpaksa menjalani operasi caesar karena usia kandungannya melewati dari batas umur kehamilan pada umumnya. Di samping itu, kondisi air ketuban di bawah normal, sehingga jika dibiarkan akan mengancam keselamatan bayi yang dikandungnya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. ketika dihubungi wartawan BaliPost mengatakan, sejak pihaknya menerima pasien dari rujukan Puskemas Tejakula I, dokter sudah melakukan observasi. Hasilnya, usia kandungan yang bersangkutan telah melewati dari batas normal.

“Setelah diobservasi usia kandungannya mencapai 43 minggu. Selain itu, kondisi air ketuban berada di bawah normal. Situasi ini, jika dibiarkan dikhawatirkan tak akan memunculkan tanda-tanda persalinan normal,” ujar dr. Gede Wiartana.

Bahkan, situasi ini sangat berisiko terhadap keselamatan bayi. “Setelah kita tangani rupanya ibu yang ikut mengungsi itu usia kehamilannya lewat batas pada kehamilan umumnya. Untuk menyelamatkan bayi dan ibu dokter melakukan langkah operasi ceasar,” jelasnya.

Terkait biaya, dipastikan ditanggung pemerintah. “Sejak pasien dirujuk ke rumah sakit, pihak  RSUD Karangasem sudah menghubungi RSUD Buleleng. Dalam koordinasi tersebut disepakati siapapun pengungsi jika masuk rumah sakit, biaya perawatan dan obat-obatan ditanggung pemerintah,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Karangasem, sehingga nantinya bisa dijadikan dasar untuk melengkapi persyaratan administrasi terhadap pasien itu sendiri.

 Karena ini dampak bencana dan kami sudah berkoordinasi dengan RSUD Karangasem, bahwa biaya perawatannya ditanggung pemerintah sepenuhnya, cuma kami masih menunggu surat yang bisa dipakai dasar hitam di atas putih, untuk melengkapi syarat administrasi,” tegasnya. (kmb)