JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa logistik dan kebutuhan darurat lainnya bagi pengungsi erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali. “Bantuan tersebut merupakan persediaan bencana alam dari gudang Bekasi, gudang regional Makassar dan dari gudang Provinsi Bali sendiri,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang dihubungi dari Jakarta, Senin.

Harry yang sedang berada di lokasi menguraikan jumlah bantuan yang dari gudang Bekasi berupa kebutuhan anak sebanyak 500 paket, matras 1.000 unit, 30 unit tenda serbaguna, lima unit tenda keluarga, 150 set seragam dan topi Tagana dengan total nilai bantuan sebesar Rp860 juta lebih.

Sementara bantuan yang dikirim dari gudang Makassar berupa tenda gulung sebanyak 500 lembar dan 30 unit tenda keluarga dengan total bantuan Rp303 juta lebih. Sedangkan bantuan dari gudang Provinsi Bali ke pos pengungsi di dusun Tabola Desa Sidemen berupa satu set tenda pengungsi, 80 lembar tenda gulung dan 120 lembar matras. Bantuan juga dikirim ke Dinas Sosial Kabupaten Buleleng berupa beras sebanyak 3.623 kg, 70 unit tenda gulung dan 60 lembar matras.

Untuk pos pengungsi di dusun Rendang Tengah, Desa Rendang Kabupaten Karangasem berupa satu unit tenda pengungsi, 20 lembar tenda gulung dan 40 lembar matras. Bantuan juga dikirimkan dari gudang Provinsi Bali ke Dinas Sosial Kabupaten Karangasem berupa enam unit tenda pengungsi, tiga unit tenda dapur umum dan tiga tenda peleton. Serta 40 lembar tenda gulung, 100 lembar matras dan 100 lusin gelas melamin untuk Dinas Sosial Kabupaten Klungkung. Total nilai barang yang dikirim dari gudang Bali sebesar Rp244 juta lebih.

Selain itu, bantuan yang dikirim juga berupa logistik untuk pemenuhan kebutuhan pangan serta kelengkapannya kepada para pengungsi senilai lebih dari Rp1,1 miliar dari Kementerian Sosial. Gunung Agung di Karangasem Bali telah ditingkatkan statusnya menjadi awas pada Jumat (23/9) malam, pukul 20.30 WITA. Gunung Agung terakhir meletus pada 18 mei 1963.

Saat ini, warga yang tinggal disekitar kawasan Gunung Agung telah mengungsi dan menempati lokasi pengungsian yang aman, namun aktivitas masyarakat masih berjalan normal. (grd/ant)