Saham Perbankan Berpotensi Catatkan Hasil Positif

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Bahana Sekuritas memproyeksikan kinerja saham-saham perbankan berpotensi mencatatkan hasil positif setelah dalam beberapa waktu terakhir industri sektor itu mengalami kinerja kurang memuaskan.

“Selama satu-dua tahun terakhir industri perbankan mengalami seretnya permintaan kredit ditambah dengan meningkatnya rasio kredit bermasalah. Memasuki paruh kedua tahun ini mulai terlihat sentimen positif yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan sehingga mampu mendongkrak kinerja perbankan nasional,” kata Plt Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas Henry Wibowo dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Henry Wibowo memaparkan bahwa beberapa faktor yang menjadi pendorong bagi kinerja perbankan diantaranya kenaikan harga komoditas yang konsisten, itu membuat industri semakin yakin untuk melakukan ekspansi usaha pada tahun depan yang telah dimulai dari kuartal terakhir tahun ini.

“Konsistensi kenaikan harga komoditas ini membuat pelaku usaha mampu membereskan kredit bermasalah di perbankan, sekaligus membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi usaha ke depan. Sehingga permintaan kredit diperkirakan akan meningkat pada semester kedua tahun ini,” katanya.

Kredit perbankan sepanjang 2017 diperkirakan tumbuh sekitar sembilan-10 persen karena permintaan kredit dari sektor konsumer dan korporasi masih akan meningkat. Pada akhir Juli 2017, dipaparkan, kredit tumbuh 8,2 persen dibanding periode sama tahun lalu, yang merupakan akselerasi dibanding pertumbuhan 7,7 persen pada akhir Juni 2017.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 3,0 persen di akhir Juli 2017, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,18 persen. “Seiring dengan peningkatan permintaan kredit serta rasio kredit bermasalah yang perlahan turun, biaya cadangan atau provisi perbankan semakin kecil, sehingga laba bersih industri perbankan akan membaik hingga akhir tahun ini,” paparnya.

Komitmen Presiden Joko Widodo untuk membenahi infrastruktur di seluruh Indonesia mulai dari pembangunan jalan tol, kereta Light Rail Transit (LRT), pembangunan jembatan, penambahan jalur kereta baru serta infrastruktur pendukung lainnya tentunya tak terlepas dari pembiayaan perbankan, terutama bagi bank-bank milik negara.

Bahana Sekuritas meyakini sektor perbankan memiliki posisi yang lebih bagus dibanding sektor lainnya hingga 12 bulan ke depan, dengan perkiraan earning per share (EPS) bakal tumbuh 16 persen dibandingkan dengan pertumbuhan pasar secara keseluruhan yang diperkirakan sekitar 12-14 persen. (grd/ant)