Tewas Usai Minum Miras, Warga Ingatkan Motto Religius Tangsel

TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Menyusul tewasnya seorang pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan malam di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), membuat warga mempertanyakan motto kota Tangsel yang cerdas, modern dan religius. Pasalnya serentetan peristiwa tragis yang terjadi di tempat hiburan malam di kota tersebut kerap terjadi. “Di mana cerdasnya, di mana religiusnya?  Sekolah masih banyak bayar, belum lagi prostitusi yang kayaknya tumbuh subur di Tangsel. Gimana ini aparatnya,” ungkap salah seorang warga, Juned.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany pada beberapa kesempatan selalu menegaskan bahwa jika masyarakat Tangsel sesuai motto Tangsel yakni cerdas, modern dan religius serta tidak mau melanggar larangan agama masing-masing, maka Serpong dan wilayah lain akan aman dari peristiwa yang meresahkan masyarakat.

Mengenai peredaran miras dan prostitusi, Airin mengakui pasti akan selalu ada di Tangsel. “Pasti itu (peredaran miras) akan selalu ada. Satu sisi ada supply dan demand. Jadi masyarakat sendiri nyari,” ujarnya.

Meski demikian, Airin mengaku tak akan mundur menindak tegas peredaran miras. Pemkot Tangsel tak akan pernah lelah untuk melakukan operasi dan razia untuk memastikan kota itu terbebas dari minuman beralkohol. “Kami tidak boleh menyerah untuk terus melakukan penindakan hukum atas perda yang ada,” tandasnya.

Sebelumnya masyarakat Tangsel digegerkan oleh tewasnya seorang pemandu karaoke setelah menenggak minuman keras saat melayani tamu nya.  Saat ini kasus tersebut tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian. (nov)