JAKARTA (Bisnis Jakarta)-PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk mengucurkan kredit sindikasi dengan porsi Rp1,35 triliun untuk proyek pembangunan ruas jalan tol Semarang – Solo, Jawa Tengah. “Pembiayaan infrastruktur merupakan salah satu dari sektor-sektor utama yang dikucurkan kredit dari BNI,” ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Selasa (26/9).

BNI mendapat porsi pembiayaan 26,35 persen dari pembiayaan sindikasi tersebut atau sebesar Rp1,35 triliun. Proyek Tol Semarang � Solo sepanjang 72,65 kilometer memiliki nilai proyek sebesar Rp7,31 triliun yang dibiayai secara sindikasi dengan pembiayaan total sebesar Rp 5,1 triliun.

Baiquni mengatakan BNI juga bertindak sebagai agen fasilitas dan agen jaminan dalam pembiayaan sindikasi. Sedangkan anggota sindikasi lainnya adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Jateng, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Pembangunan Tol Semarang – Solo dibagi atas lima seksi, yaitu Seksi I: Semarang – Ungaran, Seksi II: Ungaran – Bawen, Seksi III: Bawen – Salatiga, Seksi IV: Salatiga – Boyolali, dan Seksi V: Boyolali – Kartasura. Seksi I dan Seksi II saat ini telah beroperasi, dimana Seksi I mulai beroperasi sejak November 2011 dan Seksi II mulai April 2014.

Seksi III baru selesai proses konstruksinya dan mulai beroperasi pada Senin (25/9). Peresmian beroperasinya ruang tol Bawen – Salatiga dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo di Pintu Tol Salatiga.

Pembiayaan BNI ke sektor Infrastruktur per Agustus 2017 mencapai Rp88,99 triliun. Portofolio itu dominan pada sektor ketenagalistrikan sebesar 28,8 persen serta Jalan Tol dan Konstruksi sebesar 28,4 persen. (son)