JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Garuda Indonesia memfasilitasi angkutan hewan langka panda raksasa (giant panda) yang diterbangkan dari Chengdu ke Jakarta menggunakan GA887. Fasilitas pengangkutan kedua panda raksasa jenis Ailuropoda Melanoleuca tersebut merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya pelestarian dan konservasi populasi Panda di dunia.

Panda tersebut dipinjamkan pihak Tiongkok untuk dikembangbiakan di Taman Safari Bogor. Indonesia adalah negara ke 16 yang mendapat kepercayaan Tiongkok untuk mengembangkan hewan langka itu.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya di acara seremonial penerimaan Giant Panda Kamis (28/9) mengatakan, kehadiran hewan langka itu merupakan bentuk kepercayaan Republik Rakyat Tiongkok kepada pemerintah Indonesia. “Tahun ini Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi negara ke-16 yang mendapatkan peminjaman pengembangbiakan (breeding loan) Giant Panda. Kami harapkan kerjasama ini semakin mempromosikan persahabatan antar kedua negara,” jelasnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengungkapkan, sebagai national flag carrier, Garuda mempunyai memiliki kebanggaan tersendiri memfasilitasi angkutan Giant Panda dari negeri asalnya di Tiongkok ke Indonesia. “Merupakan kehormatan tersendiri bagi kami untuk dapat ambil bagian dalam upaya tindak lanjut dari inisiasi konservasi panda yang telah dijalin oleh Indonesia dan Tiongkok sejak peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antar kedua negara di tahun 2010 lalu,” jelasnya.

Persiapan penerbangan Panda ini telah dilakukan sejak tiga bulan lalu melalui koordinasi intensif dan safety risk assessment yang dilakukan antara seluruh pihak terkait. Mulai dari jajaran operasional penerbangan, pihak manufaktur, hingga otoritas terkait lainnya, sehingga saat ini pengangkutan sepasang Giant Panda dari Chengdu ke Jakarta dapat berlangsung dengan lancar.

Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan hewan langka ini, dalam melaksanakan pengangkutannya Garuda Indonesia menggunakan armada Airbus A330-200 yang dioperasikan pada penerbangan GA887 yang secara khusus di re-route menjadi Chengdu-Jakarta-Denpasar, dari sebelumnya Chengdu-Denpasar-Jakarta.

Dengan pengalihan rute tersebut waktu penerbangan menjadi lebih singkat, dari umumnya selama kurang lebih 11 hingga 13 jam dengan transit di Denpasar dan risiko pemindahan dan proses ground handling juga dapat diminimalisir. (son)