PANDEGLANG (Bisnis Jakarta) – Kementerian Koperasi dan UKM telah menetapkan penerima bantuan  pembiayaan bagi Wirausaha Pemula (WP) sebanyak 1.043 orang atau dengan nilai Rp 12,315 miliar. Tahun ini sasaran penerima WP ditargetkan  1.200 orang  di seluruh Indonesia dengan nilai bantuan Rp 10 juta – Rp13 juta/WP. Jumlah penerima akan terus bertambah hingga mencapai target sasaran yang ditetapkan tahun ini. Saat ini, tahap verifikasi pendaftar masih terus berjalan.

Hal itu dikemukakan Asdep Permodalan Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto saat melakukan pertemuan dengan 60 penerima WP di Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (27/9).

Untuk memonitor keberlangsungan usaha WP, Kemenkop UKM juga mewajibkan penerima bantuan memberikan laporan tiap enam bulan. Laporan ini sangat dibutuhkan untuk memantau realisasi modal, membantu pelaku usaha membuat pencatatan yang rapih sebagai modal untuk pelaku usaha mengakses perbankan.

Luhur menegaskan program WP adalah sebagai stimulan untuk mendorong pelaku usaha  dapat mengakses pembiayaan yang lebih besar melalui perbankan atau lembaga pembiayaan lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pandeglang Firman Abdul Kadir mengatakan minat untuk menjadi wirausaha di Pandeglang sangat tinggi. Hal itu terlihat ada respon pelaku usaha yang mengikuti program WP mencapai 187 orang, namun yang lolos seleksi hanya 119 orang.

Dia mengemukakan selama ini, modal merupakan  kendala wirausaha di Pandeglang selain  rendahnya kemampuan mengembangkan usaha.  “Program WP ini sangat tepat untuk membantu  pelaku UKM mengembangkan usahanya. Kami dari dinas sering melakukan pelatihan tapi tanpa bantuan modal akan sulit,” kata Firman.

Untuk tahun ini sasaran penerima WP adalah para wirausaha pemula dari kawasan daerah tertinggal, kawasan ekonomi khusus (KEK) dan antar kelompok pendapatan atau masyarakat berpenghasilan rendah.

Penerima bantuan WP di Banten sebanyak 131 orang dengan nilai pembiayaan Rp 1,544 miliar, terdiri dari DT 3 orang (Rp 39 juta), KEK 119 orang (Rp 1,407 miliar) dan Kelompok masyarakat miskin atau berpendapatan rendah 9 orang (Rp 98 miliar).

Beli Mesin

Tata Gantika, pemilik kedai kopi bakar langsung mengatakan ingin menggunakan uang yang diperoleh dari program WP untuk membeli mesin giling kopi. “Cita-cita saya sejak dulu bisa membeli mesin kopi yang lebih bagus,” kata Tata.

Tata bersama  kakaknya  Gin Kamawiguna yang kini menjalankan usaha kedai kopi keluarga di Kampung Sukajadi Cibaliung,  itu baru memproduksi 80 kg kopi bakar sebulan untuk dijual dalam bentuk kemasan maupun di kedai kopi miliknya. Dia mengatakan dengan mesin giling kopi yang baru, dirinya optimistis  penjualan kopinya bisa naik. Apalagi, Tata merencanakan akan membuka kedai kopi di daerah lain.

Hal yang sama juga ingin dilakukan Aminah pembuat tepung ikan untuk pakan ternak yang juga lolos sebagai penerima bantuan modal WP. “Pabrik tepung ikan yan terletak di Kampung Panimbang Jaya, terlihat darurat. Aminah hanya mengandalkan pengeringan matahari sehingga produksinya rendah  3 kwintal tepung pakan ternak dari 2 ton bahan baku ampas ikan per hari.

Aminah bercita-cita memperbaiki pabrik dan membeli alat pengering mini agar bisa menaikkan produksi tepung ikannya. (son)