JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga bahan makanan yang terkendali menjadi penyebab laju inflasi masih terjaga hingga periode September 2017. “Bahan makanan masih oke dan bisa terkendali,” kata Darmin saat ditemui di Jakarta, Senin.

Harga bahan makanan yang terkendali ini masih bisa didukung oleh musim hujan yang akan membantu terjadi masa panen ketiga menjelang akhir tahun. “Biasanya bahan makanan akan berisiko pada Desember atau Januari, tapi kalau melihat hujannya masih agak baik, kelihatannya masa panen ketiga tahun ini bisa berjalan,” ujarnya.

Terkait inflasi pada September 2017 yang tercatat 0,13 persen, Darmin menilai hal tersebut merupakan pencapaian yang baik dan masih sejalan dengan target inflasi akhir tahun 4,3 persen. “Kita ingin inflasi antara tiga atau empat persen, sebenarnya selama per bulan itu 0,25 persen-0,3 persen itu oke,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen sehingga inflasi tahun kalender Januari-September 2017 mencapai 2,66 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) 3,72 persen.

Meski demikian, kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,53 persen pada September 2017 dengan andil terhadap inflasi sebesar minus 0,11 persen. Komoditas yang memberikan andil deflasi terhadap kelompok bahan makanan antara lain bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, telur ayam ras, tomat sayur, cabai rawit, bayam, kangkung, dan semangka.

Sedangkan, bahan makanan yang mengalami kenaikan harga dan menyumbang inflasi pada periode ini antara lain beras, cabai merah, ikan segar, pepaya dan garam. (grd/ant)