Penerbangan Belum Terdampak Kondisi Gunung Agung

KUTA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Perhubungan menyatakan hingga saat ini penerbangan dari dan menuju Bali belum terdampak kondisi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang telah ditetapkan berstatus awas karena belum adanya debu vulkanik.

“Selama status awas sekitar seminggu ini tidak ada rasa khawatir terhadap penerbangan selama tidak ada debu vulkanik,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso ketika menyambut penerbangan perdana rute Kolkata India-Bali oleh AirAsia Indonesia di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Senin.

Begitu juga ketika tingkat potensi debu vulkanik Gunung Agung dinaikkan menjadi “orange” oleh Vulcano Observatory Notice to Aviation (VONA) juga belum memiliki pengaruh bagi penerbangan di Bali yang masih normal.

Meski demikian selama status awas tersebut, pihaknya telah melakukan publikasi kepada para pilot dan pelaku penerbangan untuk ikut melaporkan apabila melihat adanya debu vulkanik. Apabila menemukan pergerakan debu vulkanik, maka pilot dapat memberikan laporan kepada petugas di darat agar dapat diantisipasi. “Sampai saat ini tidak ada keluhan dan laporan pilot. Citra satelit juga belum ada laporan debu vulkanik,” katanya.

Sebelumnya Kemenhub telah mengambil langkah antisipasi meskipun belum ada debu vulkanik yang dilontarkan gunung setinggi 3.142 meter dari permukaan laut itu.

Antisipasi tersebut di antaranya menggandeng Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk menyediakan sekira 300 bus untuk mengangkut calon penumpang yang ingin memilih jalur darat apabila gunung api itu erupsi.

Sepuluh bandara juga telah disiapkan untuk mengantisipasi pengalihan penerbangan yakni untuk radius terdekat dari Bali yakni Bandara Lombok, Bandara Blimbingsari Banyuwangi dan Bandara Juanda Surabaya.

Selain itu, radius kedua yakni Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara El Tari Kupang, Sam Ratulangi Manado dan Soekarno-Hatta Jakarta. (grd/ant)