KONGRES PERIPI – Panitia Konggres PERIPI 2017, saat menyampaikan keterangan persnya, di gedung ICC, kampus IPB Barangsiang, Kota Bogor Senin, (02/10).

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), bersama Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) menggelar kongres sekaligus konferesi Internasional dan Nasional “Indonesia Breending Science Society”  tahun 2017, di Gedung Internasional Convention Center, Kampus Baranangsiang, Kota Bogor.

Ketua Pelaksana Kongres PERIPI Th 2017,  Prof.Dr.Ir. Mohammad Sukur, mengatakan, Kongres akan berlangsung selama dua hari pada 2-3 Oktober. Ajang ini diikuti sekitar 130 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. “Mereka adalah para pemulia tanaman dan peneliti yang tergabung dalam wadah PERIPI,” terangnya, saat menyampaikan Konferssi Presnya, di lokasi kegiatan, Senin, (02/10/17).

Di dalam agenda kegiatan kongres, panitia juga menggelar berbagai kegiatan menarik, diantaranya, yakni Seminar Internasional dan nasional yang membahas berbagai isu-isu aktual terkait dunia pemuliaan tanaman dan penelitian tanaman tropica dengan mengusung tema,  yakni Pemanfaatan sumberdaya genetika untuk perbaikan produktivitas dan kulaitas”. “Untuk seminarnya sendiri kami mengahadirkan para pakar pertanian dari IPB dan juga dua orang nara sumber peneliti dari Negara Canada dan Malaysia yang sekarang sudah hadir dan berbicara di tengah-tengah acara ini,” jelasnya.

Selain acara tersebut, pada ajang ini juga akan dilaksanakan acara inti, yakni Kongres Pemilihan Ketua Umum dan Pengurus PERIPI periode 2017-2021. “Tentu kami berharap siapa pun nanti yang terpilih menjadi kutua umum, semoga dia mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan PERIPI,” harapnya.

Ketua Divisi Pemulian dan Pengembangan Benih PHKT-IPB itu juga berharap, bahwa melalui berbagai kegiatan  yang dilaksanakan dalam kongres PERIPI di Bogortersebut akan mampu mendorong para pemangku kebijakan (Pemerintah) dan pihak terkait lain agar lebih perduli dan  memperhatikan para pemulia tanaman yang ada di Indonesia. “Banyak hal dari produk inovasi dan penlitian yang selama ini telah dihasilkan para pemulia tanaman di Negara kita. Tapi faktanya sejauh ini saya melihat dan merasakan perhatian atau penghargaan dari pemerintah atau pihak-pihak terkait, kepada kami para peneliti ini masih jauh dari apa yang kita harapkan,” ungkap Direktur Pusat Kajian Tanaman Tropika IPB, Dr.Ir. Darda Efendi.

Untuk itu mereka berharap, melalui ajang ini ouput kedepannya para peneliti, pemulia tanaman di Indonesia akan diperhatikan, sehingga meraka akan jauh lebih produktif dalam upaya mengasilkan berbagai produk dan inovasi varietas unggul tanaman untuk bangsa dan Negara Indonesia. “Kami yakin dan percaya, kalau perhatian dari pemerintah terhadap para peneliti itu bagus dan memadai, kasus ‘kaburnya’ peneliti di kita yang akhirnya terpaksa harus memilih berkarya mengabdikan diri dan karya untuk nagara lain seperti itu pasti kedepan tidak akan terjadi lagi. Kalaupun ada itu pasti hanya oknum saja,” kilahnya.

Darda Efendi mengungkapkan, akibat berbagai kendala dan keterbatasan yang harus dihadapi para pemulia tanaman di Indonesia, saat ini banyak hasil-hasil karya dan inovasi penelitian tanaman yang akhirnya hanya terhenti sampai di rak-rak laboratorium atau kampus penelitian.  “Itu kan sayang banget. Padahal jika itu semua dapat dimanfaatkan dan dimaksimalkan, hasil-hasil dari penelitian tersebut kedepan akan dapat digunakan dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas khususnya bagi para petani di Indonesia dalam upaya meningkatkan mutu, kualitas dan kuantitas produksi tanaman pertanian,” terangnya. (bas)