AMLAPURA (Bisnis Jakarta) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas kegempaan Gunung Agung (3142 mdpl) rata-rata belum terjadi penurunan, sehingga status awas atau level IV Gunung Agung masih diberlakukan.

“Aktivitas kegempaan Gunung Agung belum menurun karena jumlah gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal rata-rata 700 kali per harinya sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini,” kata Kasubid Mitigasi Gunung Agung Wilayah Timur dari PVMBG Badan Geologi, Kementerian ESDM, Devy Kamil di Karangasem, Bali, Selasa.

Adanya gempa ini, merefleksikan atau mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan, sehingga status Gunung Agung saat ini masih dalam status awas atau level IV. “Secara umum berdasarkan data kami belum ada tendensi penurunan aktivitas Gunung Agung,” ucapnya.

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali yang memiliki ketinggian 3142 meter di atas permukaan laut, kata dia, jumlah gempa masih sangat tinggi per harinya, secara visual memang terlihat dari satelit ada perubahan permukaan kawah yang mengalami lubang-lubang tembusan untuk mengeluarkan gas.

“Gas-gas yang keluar menyerupai asap putih ini secara rutin diamati, meskipun dalam kondisi Gunung Agung berkabut, tetap mengeluarkan asap dengan ketinggian rata-rata 200 hingga 500 dipermukaan kawah gunung,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada masyatakat yang berada di radius sembilan kilometer serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sehingga kawasan suci itu masuk dalam radius berbahaya.

“Di luar radius ini, masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasanya dan tidak perlu takut, karena pihaknya terus melakukan monitor 24 jam untuk keamanan masyarakat,” ujarnya.

Devy mengingatkan kepada masyarakat, apabila tejadi aktivitas kegempaan yang terus meningkat diharapkan masyarakat menjauh dan mencari tempat yang lebih aman, karena alam tidak dapat di lawan saat terjadi bencana.

“Semua masyarakat dan kami berharap tidak ada letusan, namun kita harus tetap bersiaga karena bencana letusan Gunung Agung ini bisa terjadi kapan saja. Kita boleh berharap yang terbaik, namun Kami selalu memikirkan bagaimana hal terburuknya akan terjadi nanti,” ujar Devy. (grd/ant)