PEKALONGAN (Bisnis Jakarta) – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengharapkan, agar Indonesia khususnya kota Pekalongan bisa terus menjadi tuan rumah bagi industri batik Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia yang harus tetap mencintai dan memakai batik sebagai produk lokal yang sudah diakui dunia. “Batik ini kalau kita lihat, dari desain tidak terbatas, dan jenisnya juga tidak terbatas. Kemudian dari segi waktu kapan harus Kita kenakan juga tidak terbatas, karena bisa dipakai kapan saja dan dimana saja. Misalnya, PNS atau ASN yang jumlahnya lebih dari 4 Juta Orang, apabila membeli batik minimal satu tahun sekali saja tentu akan memicu pertumbuhan dan perkembangan industri batik kita,” tutur Agus saat membuka Pekan Batik Pekalongan, Rabu (4/10).

Baginya, mencintai produk Indonesia saja belum cukup. Untuk itu masyarakat juga harus membeli dan menggunakan produk Indonesia sebagai bentuk kebanggaan terhadap produk khas Indonesia. Selain itu menurut Agus, mall dan hotel juga bisa turut serta dalam mempromosikan batik dengan menggelar berbagai event mengenai batik.

Di samping itu Agus juga menghimbau, agar masyarakat Pekalongan khususnya pelaku usaha batik agar memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan terus mengembangkan usahanya melalui sistem penjualan e-commerce. “Maka yang masih pakai pola pemasarana secara konvensional, segera berubah. Bangkitkan kembali batik Indonesia yang sempat menurun. Jangan hanya mengandalkan pameran di gedung yang mewah, tetapi bisa juga melalui online, karena ini era digital,” himbaunya.

Melalui pameran Pekan Batik tersebut Agus mengharapkan, agar produk-produk para pengrajin batik bisa laku terjual. Sehingga dapat menambah income pengrajin maupun penjualnya. “Selain itu juga saya berharap, para pengrajin ini tidak hanya menjual batik, tetapi juga berkreasi, sebagai wirausaha kreatif untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitasnya, karena ini eranya ekonomi kreatif,” harapnya.

Plt. Walikota Pekalongan Saelany Machfudz menjelaskan, Pekan Batik 2017 tersebut juga merupakan gagasan besar masyarakat Pekalongan yang didukung oleh pemerintah Jawa Tengah, BUMN, dan juga swasta.

Acara tersebut terdiri dari 12 rangkaian acara yang meliputi pameran nasional, fashion show busana batik, festival kampung wisata kuliner, gelar seni budaya dan pentas bersama, talkshow, lomba mewarnai, lomba kreasi busana batik tulis atau cap raksasa, lomba fotografi, netizen selfie batik kontes, festival jamu dan kuliner Jateng, arak-arakan batik karnaval, dan jalan santai wisata kampung batik 5000 peserta.

Setelah membuka acara Pekan Batik Pekalongan 2017, Agus Muharram juga kunjungi 5 pelaku usaha yang merupakan debitur dari PT. Permodalan Nasional Madani (PNM Persero) di desa Wonopringgo. Dalam kunjungannya Agus memastikan produk-produk UKM sudah tersertifikasi dan memiliki keterangan produk yang jelas. (son)