Indonesia-Malaysia, Bersama Bahas Ketahanan Pangan Global

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Pakar pangan dari negara Malaysia dan Indonesia, sepakat untuk bersama sama membahas persoalan keamanan dan ketahanan pangan ke dua negara, dalam kerangka ekonomi dan teknologi global, di acara Second Plenary Session, International Conference on Economic, Management and Accounting tahun 2017, di Gedung IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor. Jum’at, (06/10).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Yusman Syaukat, mengatakan acara dengan tema “Food Security within the Framework of Economic and Technology” ini sangat relevan diangkat sebagai isu strategis saat ini. Mengingat banyak sekali tantangan dalam bidang food security seperti perubahan iklim, infrastruktur dan teknologi.
“Isu keamanan dan ketahanan pangan ini nyata dihadapi sejumlah Negara termasuk Indonesia dan Malaysia. Untuk dalam forum ini kami sepakat untuk membahasnya bersama sama,” kata Prof. Yusman Syaukat.
Terkait teknologi informasi (TI), pakar TI IPB, Prof. Dr. Kudang Boro dalam paparnnya di acara tersebut juga menyampaikan, bahwa  bagaimana teknologi informasi dapat menjadi solusi keamanan pangan mulai dari lahan menuju meja makan.
“Efektivitas teknologi informasi dalam menghasilkan mulai dari pemilihan lahan yang cocok untuk bertanam melalui pencitraan, hingga penentuan kualitas produk pertanian seperti buah dengan teknologi efek kamera. Tidak hanya itu, teknologi ini pun mampu mendeteksi adanya penyakit pada tanaman dan lainnya,” paparnya.
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Prof. Dr. Bustanul Arifin, juga berbicara tentang keamanan pangan. Ia menyampaikan potensi bahaya dari makanan yang dapat menyebabkan kesehatan manusia memburuk. Beberapa bahaya ini terjadi secara alami. Potensi bahaya terjadi diakibatkan adanya rantai pasok pangan yang panjang, selain itu dalam pengemasan yang kurang baik.
“Selain itu, adanya tren dalam memilih pangan dan persepsi terhadap makanan. Ibu muda saat ini cenderung membeli makanan siap saji untuk anak-anaknya daripada memasak sendiri,” ujarnya.
Ajang Second Plenary Session, International Conference on Economic, Management and Accounting 2017, di IPB ini digelar selama 2 hari, 5-6 Oktober 2017. Ajang tahunan ini diikuti puluhan peserta dari kedua Negara,  mulai para mahasiswa, dosen (akademisi),  praktisi dan perwakilan dari lembaga terkait.
Di acara tersebut, panitia juga menghadirkan beberapa nara sumber terkait lain diantaranya,  yakni entrepreneur produk pertanian yang juga alumni IPB, Alfi Irfan, SE; CEO Agrisocio, Teti Sihombing; dan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan KetuaPerhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia(Perhepi), Prof. Dr. Hermanto Siregar. (bas)